Pernyataan kepresidenan yang dikutip Reuters pada Rabu (6/12) menyebut al-Sisi juga memperingatkan Trump agar tidak "mengambil langkah yang bisa mengganggu perdamaian di Timur Tengah."
"Presiden Mesir menegaskan posisi Mesir dalam mempertahankan status Yerusalem pada kerangka rujukan internasional dan resolusi terkait dari Perserikatan Bangsa-Bangsa," bunyi pernyataan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Israel sejak didirikan menganggap Yerusalem sebagai ibu kotanya, meski masyarakat internasional hanya mengakui Tel Aviv. Sementara itu, Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota jika telah mendapatkan kemerdekaan penuh dari penjajahan pemerintah zionis.
Langkah AS ini telah membuat negara-negara Islam marah. Yordania berencana untuk menggelar rapat darurat Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam akhir pekan ini untuk membahas hal tersebut.
"Pertemuan ini akan mengoordinasikan sikap negara-negara Arab dan Islam terhadap keputusan Trump. Yerusalem adalah masalah Palestina, Yordania, Islam dan Kristen dan upaya apapun untuk menentukan nasibnya secara unilateral tidak bisa diterima," ujarnya.
Kerajaan menggelar konsultasi dengan anggota Liga Arab dalam kapasitas sebagai presiden konferensi tingkat tinggi Arab dan dengan Turki yang memegang kepemimpinan OKI, kata al Safadi.
(aal)