Israel Hancurkan Terowongan Hamas di Jalur Gaza

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 11/12/2017 12:49 WIB
Israel Hancurkan Terowongan Hamas di Jalur Gaza Militer Israel menghancurkan terowongan di Jalur Gaza yang diduga milik Hamas, dan terletak dekat dengan desa yang dihuni warga Israel. (REUTERS/Suhaib Salem)
Jakarta, CNN Indonesia -- Militer Israel menghancurkan terowongan sepanjang satu kilometer yang menghubungkan Gaza dengan sebuah desa terdekat di wilayah Israel, Minggu (10/12). Jalur bawah tanah itu diyakini milik Hamas, salah satu faksi besar di Palestina yang dianggap Israel sebagai kelompok teroris.

"Terowongan itu sangat substansial karena memiliki sistem komunikasi, ventilasi udara, listrik, dan struktur beton kokoh. Berdasarkan intelijen, kami percaya terowongan itu milik Hamas," kata Juru bicara Angkatan Bersenjata Israel, Jonathan Conricus sebagaimana dikutip CNN.

Conricus mengatakan hulu terowongan terletak di kota Khan Younis dan beberapa meter menembus teritori negarannya. Terowongan itu, paparnya, berjarak hanya satu kilometer dari desa terdekat di Israel.


Dia bahkan mengklaim Hamas tengah berencana membangun pintu keluar karena terowongan itu belum sepenuhnya selesai.

Israel beralasan pembangunan terowongan itu melanggar kedaulatan negara sehingga harus dimusnahkan. Conricus mengatakan intelijen telah memantau tempat itu selama beberapa bulan terakhir, demi memastikan tidak ada personel militer dan warga sipil yang berada di wilayah itu saat dihancurkan.

"Kami menganggap terowongan itu sangat melanggar kedaulatan Israel," ucap Conricus.

"Kami berpegang bahwa organisasi teroris Hamas harus bertanggung jawab, pertama karena kelompok itu yang selama ini mengontrol Jalur Gaza dan setiap tindakan kekerasan di sana berada di bawah tanggung jawab Hamas. Kedua, karena ini adalah terowongan teror Hamas," lanjutnya.

Conricus mengatakan militer menggunakan sistem baru yang mampu mendeteksi, mengekspos, sekaligus menghancurkan terowongan itu.

Sejumlah laporan menyebut manuver Israel itu memakan korban jiwa, namun militer tak percaya.



Sampai saat ini, Hamas, yang belakangan rujuk dengan pemerintah Palestina, belum merespons serangan Israel ke salah satu situsnya itu. Ini merupakan terowongan kedua Hamas yang dihancurkan Israel selama enam minggu terakhir.

Pemusnahan terowongan ini dilakukan saat situasi di perbatasan Israel dan Palestina memanas setelah Amerika Serikat memutuskan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada pekan lalu.

Keputusan AS itu pun memicu ketegangan hingga bentrokan di perbatasan antara aparat keamanan Israel dan warga Palestina, baik di Jalur Gaza maupun di Tepi Barat.

Selama Hamas bertikai dengan pemerintah yang didukung Fatah, kelompok itu kerap membangun terowongan sebagai salah satu strategi menghadapi militer Israel.

Tak hanya mendirikan jalur rahasia di bawah wilayah Israel, Hamas juga membangun terowongan di bawah wilayah Mesir. Terowongan itu digunakan untuk menyelundupkan kebutuhan logistik, senjata, dan makanan.

Saat perang Gaza pada 2014 lalu, Hamas meluncurkan serangan mengejutkan dari salah satu terowongannya yang melintasi perbatasan Israel. Beberapa terowongan dibangun sepanjang lebih dari 1,6 kilometer di bawah kedalaman 18 meter. (nat)