Juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir, mengatkan seluruh akses menuju kota yang berjarak 10 kilometer dari Yerusalem itu dikontrol oleh otoritas Israel yang tidak punya hubungan diplomatik dengan Indonesia.
“Salah satu permasalahannya adalah akses. Semua akses masuk ke Ramallah dikontrol oleh Israel. Tahun lalu, ibu Menlu [Retno Marsudi] mau berkunjung ke Ramallah untuk meresmikan konsul kehormatan RI di sana tidak diberi akses masuk dari darat maupun udara,” kata Arrmanatha di Jakarta, Rabu (20/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi kalau Israel tidak memberi akses masuk, sulit untuk pergi ke Ramallah. Apalagi ini untuk membangun perwakilan di sana,” ujarnya.
Indonesia bahkan didesak membuka kedutaan untuk Palestina di Yerusalem Timur, mengikuti niat sejumlah negara seperti Turki dan Libanon.
Jubir Kemlu RI, Arrmanatha Nasir. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha) |
Menlu Retno menyatakan pembukaan kedutaan di Yerusalem Timur tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat sampai status Yerusalem jelas.
Meski begitu, Retno menekankan bukan berarti dukungan RI memperjuangkan kemerdekaan Palestina tidak besar. Selama ini, Indonesia menempatkan perwakilannya untuk Palestina di Yordania.
(aal)
Jubir Kemlu RI, Arrmanatha Nasir. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)