Dokter Sebut Trump Kegemukan, Kurang Olahraga

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Rabu, 17/01/2018 10:48 WIB
Dokter Sebut Trump Kegemukan, Kurang Olahraga Presiden Donald Trump disebut kelebihan berat badan dan kurang berolahraga. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dokter Presiden Donald Trump, Ronny Jackson, menyebut orang nomor satu di Amerika Serikat itu dalam keadaan sehat. Namun, seperti kebanyakan warga negara tersebut, Trump kelebihan berat badan dan kurang olahraga.

Berat badan Trump mencapai 108 kilogram. Berdasarkan catatan resmi terakhir, itu artinya dia mengalami kenaikan berat sebesar 1,3 kilogram dalam setahun terakhir. Dengan tinggi 190,5 meter, indeks massa tubuh (BMI) Sang Presiden ada pada kategori "kelebihan berat badan" atau overweight.

Orang yang overweight didefinisikan sebagai orang yang berat badannya lebih tinggi ketimbang berat normal, berdasarkan tinggi badan. Dilaporkan CNN berdasarkan kalkulator BMI Institut Kesehatan Nasional AS pada Rabu (17/1), Trump hanya berselisih 0,4 kilogram dari kategori obesitas.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Survey Pemeriksaan Kesehatan dan Nutrisi Nasional, lebih dari sepertiga orang dewasa di AS dinilai overweight dan lebih dari sepertiga lainnya obesitas. Itu artinya jumlah orang dewasa berusia di atas 20 tahun yang overweight atau obesitas mencapai 70,7 persen, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Walau demikian, BMI dinilai sejumlah pakar terlalu terbatas karena tidak membedakan antara lemak dan otot. Cara lebih baik untuk mengukur obesitas adalah menggunakan sinar X yang bisa membedakan antara lemak dan organ dalam lainnya.
Sejumlah rumah sakit menggunakan analisis impedansi bioelektrik dengan mengalirkan arus listrik di lapisan tubuh untuk menentukan kompisisi lemak. Bahkan mengukur lingkar pinggang pun dinilai sebagai cara yang lebih baik ketimbang BMI.

Tidak satu pun cara-cara itu dilakukan dalam mengukur kesehatan Trump. Seorang dokter sebenarnya bisa saja mengira-ngira dengan hanya melihat, dan jika pinggang pasien lebih besar dari panggulnya, risiko kematian dini dinilai lebih tinggi daripada orang yang lebih ramping.
Donald Trump akan menyusun program diet dan olahraga untuk mengurangi berat badan.Donald Trump akan menyusun program diet dan olahraga untuk mengurangi berat badan. (AFP PHOTO/Olivier Douliery)
Jackson mengatakan akan bekerja sama dengan Trump untuk merancang olahraga rutin dan program diet yang bisa membantunya mengendalikan berat badan. Sang Presiden menyatakan ingin mengurangi berat badannya, kata Jackson.

Keadaan overweight, atau dalam kasus ini nyaris obesitas, meningkatkan risiko diabetes, sakit jantung dan kolesterol tinggi. Sejumlah tes menunjukkan Trump punya kolesterol tinggi dan ada tanda-tanda sakit jantung. Namun, Jakcson mengatakan jantung pengusaha properti itu bekerja dengan baik.
"Saya rasa tujuan masuk akal untuk satu tahun ke depan adalah mengurangi 10 hingga 15 pon (4-6 kilogram)," kata Jackson. "Kami banyak berbicara soal diet dan olahraga. Dia lebih antusias dengan program diet ketimbang olahraga, tapi kami akan lakukan keduanya."

Menurut CDC, 51,7 persen orang dewasa berusia di atas 18 tahun di Amerika Serikat memenuhi Panduan Aktivitas Fisik AS untuk aerobik, dan 21,7 persen orang dewasa memenuhi panduan aerobik dan penguatan otot.
Dokter Sebut Trump Kegemukan, Kurang Olahragalebih dari sepertiga orang dewasa di AS dinilai overweight dan lebih dari sepertiga lainnya obesitas. (Thinkstock/Tomwang112)
Orang dewasa mesti melakukan dua setengah jam aktivitas aerobik sedang dalam seminggu atau satu seperempat jam aktivitas aerobik tinggi untuk "keuntungan kesehatan yang substansial," kata dua panduan tersebut.

Trump beberapa kali tampak bermain golf. dan panduan tersebut menyebut "sedikit aktivitas lebih baik daripada tidak sama sekali." Namun, jika dokternya menyarankan sesuatu terkait hal ini, Trump akan lebih banyak berolahraga.
"Jika diet dan olahraganya berjalan lancar, berat badan Trump akan berulang."

(aal)