Melalui pernyataan bersama, Washington dan Ottawa menyatakan para menteri luar negeri yang hadir sepakat “mempertimbangkan dan mengambil langkah-langkah untuk menjatuhkan sanksi unilateral dan tindakan diplomatik lain melampaui yang dipersyaratkan resolusi DK PBB.”
Meski begitu, pernyataan tersebut tidak memberi rincian sanksi dan langkah diplomatik baru seperti apa yang akan kembali diterapkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami mendukung dialog antara kedua Korea dengan harapan hal itu bisa meredakan ketegangan di kawasan secara berkelanjutan,” bunyi pernyataan bersama usai pertemuan tersebut, sebagaimana dikutip Reuters.
Meski begitu, Kang menekankan bahwa sanksi bagi Pyongyang harus tetap diterapkan lebih ketat.
Pemimpin Korut, Kim Jong-un, berkeras mempertahankan senjata nuklirnya. (AFP PHOTO/ UNG Yeon-Je) |
Negara-negara lain seperti Jepang, Inggris, dan Australia juga sepakat berkomitmen dan memastikan implementasi penuh atas sanksi yang berlaku.
Korut terus menjadi sorotan dunia sejak awal 2017 karena berkeras mengembangkan rudal dan senjata nuklir. Pemimpin Korut, Kim Jong-un, berkeras mempertahankan program nuklirnya meski didesak masyarakat internasional.
Menlu AS Rex Tillerson mengatakan semua negara perlu bekerja sama memperkuat larangan perjalanan bagi kapal-kapal yang kedapatan bertransaksi dengan Korut. Hal itu dilakukan seiring penangkapan sejumlah kapal kargo yang diduga berhubungan bisnis dengan Korut, belakangan.
Dia juga mengatakan “harus ada konsekuensi baru bagi Korut kapan pun agresi baru terjadi.”
(aal)
Pemimpin Korut, Kim Jong-un, berkeras mempertahankan senjata nuklirnya. (AFP PHOTO/ UNG Yeon-Je)