Ryamizard Bahas Pesawat Hercules dengan Menhan AS di Jakarta

Patricia Diah Ayu Saraswati, CNN Indonesia | Senin, 22/01/2018 18:37 WIB
Ryamizard Bahas Pesawat Hercules dengan Menhan AS di Jakarta Menhan RI Ryamizard Ryacudu akan membahas pengadaan alutsista dengan Menhan AS James Mattis. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu akan membahas rencana pembelian pesawat Hercules dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis saat bertemu di Jakarta, Selasa (23/1).

Indonesia, kata Ryamizard, rencananya akan membeli sejumlah Hercules dari AS. Namun, hal tersebut masih dalam tahap perencanaan.

"Mungkin Hercules yang baru itu ya, mungkin saja karena yang alutsista terbaru itu perlu kita beli walaupun enggak banyak-banyak," kata Ryamizard di Kantor Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Senin (22/1).


Masalah pengadaan Hercules tersebut sempat disinggung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang menyebut Angkatan Udara memerlukan tambahan pesawat angkut.

Ryamizard mengatakan pembahasan soal pengadaan pesawat angkut itu akan lebih terfokus pada peningkatan faktor keamanannya.
Apalagi, menurutnya pesawat angkut Hercules merupakan pesawat angkut yang terbilang cukup aman dan nyaman untuk digunakan.

"Yang lama saja aman kok, sudah berapa puluh tahun tuh, 50 tahun enak saja pakai, tenang, saya sering suka pakai itu, kenapa, mesinnya empat, mati satu masih tiga," ucap Ryamizard.
Ilustrasi pesawat Hercules AS>Ilustrasi pesawat Hercules AS. (U.S. Air Force photo)
Selain itu, Ryamizard mengatakan dirinya akan membahas pengadaan alat utama sistem pertahanan lainnya karena Indonesia telah mendatangkan sejumlah alutsista dari AS, seperti pesawat tempur F-16 dan helikopter apache.

Di luar masalah alutsista, kedua menteri juga akan membahas soal terorisme.
Ryamizard mengatakan dirinya akan menyampaikan usul terkait pemberantasan terorisme, sama seperti yang telah ia sampaikan kepada pemerintah India tentang Arsitektur Keamanan Kawasan dan Kerjasama Pertahanan Antar Negara.

"Karena musuh kita satu ya teroris, dengan banyak mata kita bisa pasti di mana di tempatnya," tutur Ryamizard.

[Gambas:Video CNN]

(aal)