ISIS Klaim Penembakan Gereja di Rusia yang Tewaskan 5 Orang

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 19/02/2018 10:29 WIB
ISIS Klaim Penembakan Gereja di Rusia yang Tewaskan 5 Orang Ilustrasi. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia -- ISIS mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan lima orang di sebuah gereja ortodoks di wilayah Kaukasus Utara Dagestan, Rusia, Minggu (18/2).

"Seorang prajurit Islam, Khalil Daghestani, menyerang sebuah gereja di Kizlyar di Dagestan. Dia menargetkan mereka dengan senjatanya, menewaskan lima orang dan melukai empat lainnya," bunyi pesan ISIS yang disebarkan lewat Telegram.

Dilansir AFP, media lokal melaporkan kejadian bermula saat seorang pria tak dikenal melepaskan serangkaian tembakan ke arah jemaat gereja di Kizlyar setelah ibadah sore.


"Kami telah menyelesaikan misa dan mulai meninggalkan gereja. Seorang pria berjenggot berlari ke arah gereja sambil berteriak 'Allahu Akbar' dan membunuh empat orang. Dia membawa sebuah senapan dan pisau," ucap seorang pastor bernama Pavel kepada harian RBK Rusia.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan pelaku melancarkan aksinya menggunakan senapan berburu dan sudah berhasil "dilumpuhkan" aparat.

Sejumlah gambar yang dipublikasikan media lokal menunjukkan jenazah seorang pria berjenggot mengenakan seragam militer yang diidentifikasi sebagai penyerang. Selain terduga pelaku, ada dua jenazah korban tewas yang ditutupi kain kafan putih.

Melalui juru bicaranya, Patriarch Kirill, Gereja Ortodoks Rusia mengecam keras serangan tersebut yang dianggap sebagai "kejahatan mengerikan" untuk memprovokasi konfrontasi antara Umat Kristen Ortodoks dan Muslim di Dagestan.
Dagestan merupakan salah satu daerah termiskin dan paling tidak stabil di Rusia. Mayoritas penduduk di wilayah yang berbatasan dengan Chechnya itu beragama Islam. Banyak anggota kelompok pemberontak di wilayah tersebut diketahui telah bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak.

Pada 2015 lalu, ISIS juga pernah menyatakan telah membentuk jaringan di wilayah Kaukasus Utara itu. ISIS pun sudah mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan di Dagestan dalam beberapa tahun terakhir. (has)