"Ini merupakan pertama kalinya perempuan ditunjuk untuk mengisi jabatan itu. Tapi dia tidak dipilih karena dia perempuan," kata seorang juru bicara pasukan pertahanan maritim kepada AFP, Selasa (6/3).
Dalam unit tersebut, Azuma mengepalai empat kapal perang dengan sekitar 1.000 personel. Salah satu dari armada itu adalah pengangkut helikopter, Izumo, kapal angkatan laut terbesar Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak menganggap bisa menjadi inspirasi bagi seluruh perempuan, tapi yang jelas saya ingin mencoba menjadi role model bagi personel-personel perempuan muda lainnya," papar Azuma.
Dilansir AFP, hingga kini, terhitung ada 14.000 personel perempuan tergabung dalam pasukan pertahanan Jepang, enam persen dari keseluruhan anggota militer negara tersebut.
Dalam bidang politik, politikus perempuan hanya mampu menduduki 47 kursi dari total 467 kursi di parlemen majelis rendah.
Berdasarkan data Inter-Parliamentary Union yang berbasis di Swiss, persentase tersebut menempatkan Jepang di bawah Myanmar dan Gambia mengenai keterlibatan perempuan di parlemen. (has)