Para penyelidik dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) tengah berada di Suriah untuk menyelidiki insiden 7 April lalu. Negara-negara Barat dan petugas penyelamat mengatakan puluhan warga sipil saat itu tewas karena diserang gas racun oleh pasukan pemerintah.
Direktur Jenderal OPCW Ahmet Uzumcu mengatakan Departemen Keamanan dan Keselamatan PBB (UNDSS) memutuskan untuk lebih dulu melakukan pengintaian di dua lokasi di kota Douma sebelum para penyelidik datang ke sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat menyadari penundaan yang dilakukan rezim pada delegasi itu, tapi kami juga sangat menyadari bagaimana mereka beroperasi di masa lalu dan menyembunyikan apa yang mereka lakukan menggunakan senjata kimia," kata Mattis sebelum pertemuan dengan Menhan Qatar.
AS, Ingris dan Perancis menembakkan sejumlah peluru kendali ke arah sasaran-sasaran milik Suriah pada Sabtu lalu, sebagai balasan atas dugaan penggunaan senjata kimia. Ketiga negara menyatakan kehadiran penyelidik dihalangi oleh pihak berwenang Suriah yang sekarang menguasai area, dan bukti-bukti serangan kimia mungkin dihancurkan.
(aal)