Tim PBB Ditembaki saat Kunjungi Lokasi Serangan Kimia Suriah

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 19/04/2018 07:38 WIB
Tim PBB Ditembaki saat Kunjungi Lokasi Serangan Kimia Suriah Ilustrasi. (AFP Photo/Ayham al-Mohammad)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satu tim keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa ditembaki ketika melakukan pengintaian untuk penyelidik yang akan mengunjungi tempat diduga lokasi serangan kimia di Suriah. Sejumlah pejabat menyatakan keberlangsungan misi penyelidikan itu kini dipertanyakan.

Para penyelidik dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) tengah berada di Suriah untuk menyelidiki insiden 7 April lalu. Negara-negara Barat dan petugas penyelamat mengatakan puluhan warga sipil saat itu tewas karena diserang gas racun oleh pasukan pemerintah.

Direktur Jenderal OPCW Ahmet Uzumcu mengatakan Departemen Keamanan dan Keselamatan PBB (UNDSS) memutuskan untuk lebih dulu melakukan pengintaian di dua lokasi di kota Douma sebelum para penyelidik datang ke sana.


"Setibanya di lokasi, banyak orang berkumpul dan saran dari UNDSS adalah tim pengintai mesti ditarik," ujarnya dalam rapat di kantor OPCW, dikutip Reuters pada Kamis (19/4). "Di lokasi kedua, tim ditembaki dan sebuah alat peledak diledakkan. Tim pengintai kembali ke Damaskus.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis menyalahkan pihak Suriah atas penundaan kehadiran penyelidik di lokasi. Dia juga mengatakan negara tersebut punya sejarah mencoba "membersihkan bukti sebelum tim investigasi tiba."

"Kami sangat menyadari penundaan yang dilakukan rezim pada delegasi itu, tapi kami juga sangat menyadari bagaimana mereka beroperasi di masa lalu dan menyembunyikan apa yang mereka lakukan menggunakan senjata kimia," kata Mattis sebelum pertemuan dengan Menhan Qatar.

AS, Ingris dan Perancis menembakkan sejumlah peluru kendali ke arah sasaran-sasaran milik Suriah pada Sabtu lalu, sebagai balasan atas dugaan penggunaan senjata kimia. Ketiga negara menyatakan kehadiran penyelidik dihalangi oleh pihak berwenang Suriah yang sekarang menguasai area, dan bukti-bukti serangan kimia mungkin dihancurkan.
Suriah dan sekutunya, Rusia, menampik ada serangan gas di negara yang dilanda perang saudara itu maupun tudingan menghalang-halangi pemeriksaan dan mengotak-atik bukti di lokasi. Dubes Inggris untuk OPCW Peter Wilson mengatakan kini tak jelas kapan para penyelidik bisa mencapai lokasi.

(aal)