Pada Rabu sore (19/4) di Pengadilan Brighton, Hakim Christine Henson menjatuhkan hukuman itu kepada lelaki bernama Daryll Rowe (27) yang menemui para korban lewat aplikasi kencan Grindr.
Putusan ini menjadi sejarah karena Rowe adalah orang pertama yang divonis bersalah karena melakukan kekerasan terkait HIV. Dia mesti menjalani hukuman minimal 12 tahun penjara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, para korban mengaku sempat mempertimbangkan bunuh diri setelah mengetahui terinfeksi HIV.
"Daryll menghancurkan hidup saya. Saya lebih baik dibunuh daripada dibiarkan menjalani hidup seperti ini," kata korban pertama Rowe yang didiagnosis positif Januari 2016 lalu, dikutip The Telegraph.
Sementara seorang korban lain, yang orang tuanya meninggal karena terjangkit AIDS saat ia masih anak-anak, mengatakan sudah "melakukan segalanya" untuk menghindari virus itu, hingga akhirnya menjadi sasaran Rowe.
Hal itu terungkap dalam salah satu sesi persidangannya yang berlangsung selama enam pekan. Setelah sengaja menginfeksi, Rowe terbukti mengirim serangkaian pesan kasar dan menghina, memberi tahu para korban soal virus berbahaya itu.
"Mungkin kamu demam ... saya sakit HIV. Ups," kata dia dalam salah satu pesan teks yang dikirim ke korban. "Saya sobek kondomnya, kena deh," kata Rowe dalam pesan lain.
Rowe divonis bersalah atas lima pasal kekerasan dengan sengaja. Hakim Christine Henson menyebut kejahatan ini sebagai "kampanye kekerasan jahat penuh kebencian."
"Mengetahui sepenuhnya risiko yang Anda berikan kepada orang lain dan implikasi hukum terlibat dalam tindakan seksual berisiko, Anda sengaja menginfeksi lelaki lain dengan virus HIV.
"Sayangnya, pada lima orang korban upaya Anda berhasil."
Hakim juga menyatakan para korban "menggambarkan hidupnya bagai menjalani hukuman mati" karena tindakan Rowe.
Lihat juga:Memanusiakan ODHA Lewat Media Massa |
"Anda berpotensi akan terus jadi bahaya bagi orang lain untuk seumur hidup Anda."
Diperkirakan jumlah penyandang HIV positif di Inggris pada 2015 mencapai 101.200. Tiga belas persen di antaranya tidak mengetahui dirinya terinfeksi. Prevalensi penderita HIV paling tinggi di London terjadi pada pria LGBT dimana satu dari tujuh di antaranya menyandang HIV.
(aal)