Perang Korea 1950-1953 hanya diakhiri dengan gencatan senjata yang bahkan tak ditandatangani pihak Korea Selatan. Karena itu, Korut dan Korsel kini sebenarnya masih dalam status berperang.
Kedua Korea sudah menyepakati akan berupaya mengakhiri perang secara resmi lewat pertemuan di Panmunjom, zona demiliterisasi, April lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump juga mengatakan masa lalu tak harus menentukan apa yang akan terjadi di masa depan. Konflik yang sudah berlalu tidak boleh jadi peperangan kelak.
"Dan seperti sudah dibuktikan oleh sejarah secara terus menerus, musuh-musuh tentu bisa menjadi teman," kata Trump.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengklaim Kim sempat menyepakati pemulangan jenazah korban perang yang masih ada di Korea Utara.
"Saya memintanya hari ini dan kita mendapatkannya. Jenazah itu akan dipulangkan, 6.000 jenazah akan dipulangkan."
Pertemuan Trump dan Kim menandai pertama kalinya dalam sejarah ada pemimpin negara dari AS dan Korut yang bertatap muka secara langsung.
Hubungan kedua negara sempat memanas sepanjang 2017 lalu, ketika Korut terus melakukan uji coba rudal dan nuklirnya. Kim dan Trump kerap silih melontarkan hinaan hingga ancaman perang.
Keinginan Moon disambut perubahan mendadak Kim yang pada pidato akhir tahunnya menyatakan ingin memperbaiki hubungan dengan Korsel. Setelah itu, kedua negara sepakat memulai proses damai dan berdialog dengan pihak AS.
(aal)