Uni Eropa Sepakati Penyelesaian Krisis Imigran

CNN International, CNN Indonesia | Jumat, 29/06/2018 20:45 WIB
Uni Eropa Sepakati Penyelesaian Krisis Imigran Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan para pemimpin negara-negara benua tersebut telah menyepakati solusi krisis imigran yang tengah melanda. (REUTERS/Francois Lenoir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para pemimpin Uni Eropa mencegah kegagalan pertemuan tingkat tinggi dengan menyepakati penyelesaian krisis imigran yang melanda Benua Biru pada Jumat pagi (29/6). Dengan kesepakatan ini, beban pemukiman para pengungsi akan dibagi merata antara negara anggota.

Uni Eropa juga akan berupaya mendirikan pusat imigran di negara-negara di luar Eropa, menurut pernyataan dari Dewan UE. Italia sempat mengancam membatalkan kesepakatan jika isu imigrasi tak dibahas, kata seorang diplomat kepada CNN, Kamis.
Pertemuan para pemimpin Eropa yang semula diadakan untuk berfokus pada Brexit justru didominasi masalah penanganan imigran yang datang melalui jalur air menuju Eropa.

Sekitar 5.00 waktu Brussels, Jumat, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk berkicau melalui Twitter bahwa para pemimpin negara telah menyepakati pernyataan bersama dalam KTT EU28 yang termasuk persoalan imigrasi.


Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan kesepakatan memakan "negosiasi panjang, tapi mulai hari ini Italia tak lagi sendiri."

Dalam pernyataan, Dewan menyatakan telah sepakat mengadopsi "pendekatan komprehensi terkait migrasi yang mengombinasikan pengendalian lebih efektif pada perbatasan luar UE, peningkatan tindakan eksternal dan aspek internal, sejalan dengan prinsip dan nilai-nilai kami."
"Dewan Eropa bertekad melanjutkan dan memperkuat kebijakan ini untuk mencegah kembalinya aliran tak terkendali 2015 lalu dan membendung lebih jauh migrasi ilegal dari seluruh rute yang sudah ada maupun yang baru berkembang."

Selain itu, lebih banyak dukungan akan disediakan untuk Italia dan negara-negara Mediterania lain, dan "upaya untuk menghentikan para penyelundup yang beroperasi di Libya atau di manapun harus diintensifikasikan lebih jauh."

Perdana Menteri Inggris Theresa May memuji kesepakatan itu, mengatakan hal tersebut menyelesaikan banyak masalah yang sebelumnya pernah diangkat Inggris, dan akan "memastikan bahwa orang-orang tak melakukan perjalanan berbahaya itu ... di tangan para penyelundup orang."

Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa, meski ada tanda-tanda kesepakatan "tak mungkin" tercapai, negara-negara anggota telah berhasil mencapai "solusi Eropa."

(aal)