Donald Trump Lagi-lagi Bertikai dengan LeBron James

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 04/08/2018 15:50 WIB
Donald Trump Lagi-lagi Bertikai dengan LeBron James Donald Trump kembali bertikai dengan LeBron James di Twitter. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- Donald Trump membalas tudingan pebasket LeBron James soal Amerika Serikat yang semakin terpecah belah secara rasial di bawah kepemimpinannya sebagai presiden.

"Lebron James baru saja diwawancarai oleh pria terbodoh di televisi, (presenter CNN) Don Lemon. Ia membuat Lebron terlihat pintar, padahal itu sukar dilakukan," ujar presiden AS itu kepada sang pemain Los Angeles Lakers.

Dalam wawancaranya pada Selasa lalu, yang kemudian ditayangkan pada Jumat malam, James kepada CNN menyatakan bahwa Trump "sedang berusaha memecah belah kami."

"Dia seperti terbiasa menggunakan olahraga untuk... memecah belah kita dan itu adalah sesuatu hal yang saya tak terbiasa, karena saya tahu lewat olahragalah saya pertama kalinya dikelilingi orang-orang kulit putih. Anda tahu itu?" kata James yang pada Senin lalu membuka sekolah dasar di daerah asalnya di Akron, Ohio.


Komentar Trump itu kemudian memantik respons keras di Twitter dari para pendukung James.

"Kami mendukungmu @KingJames, seseorang terdengar sangat berharap dirinya bisa sepertimu," ujar atlet NFL Seattle Seahawks, Bobby Wagner.

James juga mengatakan kepada CNN bahwa ia tidak akan pernah mau duduk berhadapan dengan Trump, sosok yang menurutunya meningkatkan tingkat aksi rasisme.

"Saya kira, rasisme memang selalu ada. Tapi presiden yang saat ini memimpin telah membuat orang-orang -- mereka semakin tidak peduli dan melakukan itu tepat di muka Anda," kata James.

Pernyataan James ini seolah menjadi penegasan hal senada yang ia lontarkan pada Januari lalu, bahwa kehadiran Trump membuat orang-orang rasis punya kesempatan melakukan tindakan itu tanpa rasa takut.

Pertikaian pada pekan ini semakin memperpanjang masalah antara James dan Trump.

Pada Juni lalu, Trump mengatakan bahwa baik Cleveland Cavaliers (klub James saat itu) atau Golden State Warriors tidak akan diundang ke Gedung Putih jika memenangi NBA.

Ini merupakan respons atas pernyataan James dan Stephen Curry, bintang Warriors, bahwa mereka tidak akan datang ke Gedung Putih.

Tahun lalu, Trump juga tidak mengundang Warriors sebagai juara NBA ke gedung putih setelah Curry dan beberapa rekan setimnya mengindikasikan tidak akan datang ke tempat Trump memerintah tersebut.
(vws)