Menteri Singapura Merasakan Gempa Lombok

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 06/08/2018 16:12 WIB
Menteri Singapura Merasakan Gempa Lombok Sejumlah turis asing pasca gempa di Lombok, NTB. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam mengatakan bahwa dirinya dan delegasi Singapura sedang menunggu penerbangan untuk keluar dari Lombok setelah terjadinya gempa bumi berkekuatan 7 skala Richter di Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.

Gempa tersebut telah merusak ribuan bangunan dan menewaskan sedikitnya 91 orang serta ratusan orang luka-luka.

Pada Minggu (5/8), Shanmugam memposting tulisan di Facebook, mengatakan dirinya sedang berada di lantai 10 sebuah kamar hotel saat gempa mengguncang bangunan dan membuat dinding retak.


Shanmugam sedang menghadiri konferensi keamanan di Mataram, Lombok, NTB yang digelar pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Australia, Senin (6/8).



"Jadi akhirnya kami pergi ke bandara, dan menunggu di pos kepolisian bandara. Mereka sangat baik," kata Shanmugam sambil menambahkan situasi bandara tersebut kacau karena banyak orang seperti dilansir Channel News Asia, Senin (6/8).

Shanmugam juga memposting foto-foto kamar hotelnya yang menunjukkan ubin jatuh dari dinding, serta pecahan kaca di luar gedung.

"Tadi malam kami hanya mengambil barang-barang yang paling penting sebelum keluar. Dalam kasus saya, saya mengambil laptop saya bersama dengan email pemerintah saya," kata dia sambil menambahkan bahwa dia dapat mengambil lebih banyak barang dari hotel pada Senin pagi.

"Setiap orang menunggu penerbangan keluar," kata menteri Singapura tersebut menambahkan sambil berterima kasih kepada orang-orang karena atas doa-doa mereka yang baik.



Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menegaskan bahwa para tamu undangan dari delegasi sejumlah negara aman dari gempa bumi berkekuatan 7.0 skala richter yang mengguncang Mataram, NTB.

Menko Polhukam memutuskan untuk menunda kegiatan Sub Regional Meeting on Counter Terrorism yang sedianya akan dibuka pada Senin (6/8).

"Semua tamu delegasi yang akan mengikuti pertemuan selamat. Dan karena adanya gempa bumi yang terjadi, kami putuskan untuk menunda pertemuan Sub Regional yang membahas mengenai masalah terorisme dan mempersilahkan semua tamu untuk kembali ke negara masing-masing," ujar Menko Polhukam Wiranto di Lombok, NTB, Minggu (5/8/).

Diceritakan, ketika gempa terjadi sedang dilaksanakan gala dinner menyambut para delegasi. Namun ketika acara sedang berlangsung, terjadi gempa. "Semua tamu delegasi selamat," kata Menko Polhukam Wiranto, Senin (6/8). (cin/nat)