Selamat dari Gempa Lombok Menteri Australia Mengaku Beruntung

Natalia Santi, CNN Indonesia | Senin, 06/08/2018 19:11 WIB
Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton mengaku beruntung setelah selamat dari gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8). Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton dan Menlu Retno Marsudi di Bali beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton mengaku beruntung setelah selamat dari gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8).

Dilansir situs berita SBS, Dutton menggambarkan situasi gempa Lombok sebagai momen dramatis. Dia sedang berada di Lombok, NTB dalam rangka mengikuti konferensi penanggulangan terorisme yang dihelat bersama Indonesia-Australia.

Gempa berkekuatan 7 skala Richter mengguncang Lombok, NTB dan menewaskan sedikitnya 91 orang, serta melukai lebih dari 200 lainnya. Pusat gempa diperkirakan 18 kilometer arah barat laut Lombok Timur dengan kedalaman 15 kilometer. Sempat dirilis peringatan tsunami, namun dicabut beberapa saat kemudian.


Saat gempa mengguncang Lombok, Dutton sedang berada di ruang makan restoran di lantai 12 sebuah hotel. "Kami jatuh ke lantai," kata dia kepada Radio 2GB, Sydney, Senin (6/8).



"Guncangannya sangat keras dan gedung bergoyang selama kurang lebih satu menit atau sekitar itu," kata dia.

"Yang terutama seluruh delegasi Australia selamat dan baik."

Dutton menyatakan sebagian gedung runtuh dan retakan besar terlihat di bagian depan gedung. "Kami cukup beruntung bisa keluar," katanya seperti dilansir SBS.

"Ada banyak kerusakan struktural di gedung itu," tambah dia. "Semua orang terguncang, tapi semuanya baik-baik saja."

Menteri kabinet Australia tersebut sedang berada di Mataram, NTB Indonesia dalam konferensi kontra terorisme regional bersama delegasi termasuk komisaris polisi federal Australia saat gempa mengguncang. Mereka tidak dapat kembali ke hotel, tetapi koper-koper dikumpulkan petugas keamanan. Dutton melanjutkan perjalanan ke Bali untuk mengikuti konferensi lainnya terkait penanganan pengungsi.

(nat)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK