Danau Habbaniyah, Wisata Irak yang Dihancurkan Perang

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 06/09/2018 05:30 WIB
Danau Habbaniyah, Wisata Irak yang Dihancurkan Perang Danau Habbaniyah di Irak dulu merupakan tempat tujua wisata mewah sebelum perang menghancurkannya. (AFP/Moadh al-Dulami)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada 1980an, Danau Habbaniyah di Irak merupakan obyek wisata yang populer di kalangan pengantin baru berkantung tebal. Kemewahannya bahkan membuat tempat ini menjadi lokasi diktator Saddam Hussein dan pengawalnya bersantai.

Restoran mahal, taman bunga dan bungalow pinggir danau yang bagus membuat kota Wisata Habbaniyah menarik bagi pengunjung dari negara-negara Timur Tengah dan wilayah lain.

Tetapi, seperti sebagian wilayah Irak, oasis yang terletak antara Fallujah dan Ramadi, rusak berantakan sejak koalisi militer pimpinan AS menyingkirkan Saddam Hussein 15 tahun.
"Kompleks wisatawan benar-benar hancur," ujar Karim Turki, yang selama 30 tahun bertanggung jawab soal komunikasi kompleks milik pemerintah Irak itu.


Berdiri di depan satu bungalow dengan kabel listrik menjuntai, Karim meratapi "surga yang hilang" itu.

Tumpukan sampah, kolam renang tanpa air dan kuda putar membuat tempat itu seperti kota hantu.

Ketika negara itu diduduki Amerika, pada 2006 dan 2007 kelompok ekstrimis bersenjata mendirikan ruangan-ruangan operasi di hotel dan bungalow yang kosong itu.

Polisi Irak mengambil alih kendali pada 2008 dan tempat itu sempat hidup kembali karena pengendara jet ski amatir mulai kembali ke danau buatan dan keluarga mulai berpiknik di tepi danau itu.
Danau Habbaniyah, Wisata Irak yang Dihancurkan Perang(AFP PHOTO/Azhar Shallal) 
Dalam upaya menarik pengunjung dari negara lain, satu perusahaan Turki disewa untuk menghidupkan kembali fasilitas-fasilitas di tepi danau yang dibuat pada 1965 itu.

Tetapi usaha itu sia-sia.

Setelah beberapa bulan bekerja, perusahaan Turki itu pun menyerah.
Zona itu menjadi panggung baru bagi kekerasan sektarian yang mencapai puncak ketika ISIS menguasainya.

Ketika militer Iran melakukan gempuran untuk mengusir ISIS, mereka mengubah 500 bungalow dan 265 kamar hotel di kawasan wisata itu untuk menampung pengungsi yang meninggalkan rumah mereka akibat konflik tersebut.

Kenangan Manis

Setelah pemerintah Irak menyatakan menang atas ISIS Desember lalu, Pariwisata Irak mulai hidup kembali dan tidak ada lagi jalan berlubang dan kemacetan menuju Habbaniyah.

Tetapi jumlah wisatawan hanya sedikit, sebagian ingin menikmati udara lebih segar di musim panas dan sebagian lagi melakukan perjalanan jauh untuk mengingat kenangan manis.

"Orang yang datang ke Habbaniyah sekarang ingin mengingat kenangan masa lalu," ujar Turki.
Saad Lani berbulan madu di danau itu pada awal 1990an, ketika tempat wisata ini masih berjaya sebagai tujuan wisata populer.

Dia kembali ke sana tahun lalu, dia menyebutnya satu kesalahan.

"Tempat ini sekarang kumuh. Tidak ada air bersih atau listrik, dan tidak ada pelayanan apapun," ujarnya kepada AFP.
Danau Habbaniyah, Wisata Irak yang Dihancurkan Perang (AFP/Moadh Al-Dulaimi) 
Alani bukan satu-satunya yang merasa seperti itu.

"Ini kali terakhir saya ke sini," kata Hussein Jabbar, seorang pegawai negeri dari Baghdad, yang berkunjung bersama temannya.

"Sebelumnya, ini lokasi yang bagus tetapi semuanya sekarang rusak," tambahnya sambil menunjuk ke arah tepi danau yang kosong.

Terdapat sejumlah kantin kecil dan warung di tepi danau, namun para pengunjung kecewa karean satu restoran terkenal di sana kini hancur dan taman yang dulu sangat rapi sekarang tidak terawat.
Bagi Alani, menghidupkan kembali Habbaniyah sangat mudah mengingat Irak berada di urutan ke-12 daftar negara terkorup di dunia.

"Kita harus melibatkan semua perusahaan wisata swasta dan mengambil alih Danau Habbaniyah dari tangan pemerintah," ujarnya

Kementerian Pariwisata dan Budaya Irak tidak menjawab permintaan tanggapan dari AFP.

(yns/yns)