Moon Puji-Puji Kim Jong Un dalam Pidatonya di PBB

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 26/09/2018 20:48 WIB
Moon Puji-Puji Kim Jong Un dalam Pidatonya di PBB Presiden Kosel Moon Jae-in (Pyeongyang Press Corps/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in menyampaikan puji-pujian kepada Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dalam pidatonya di sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tidak dihadiri Kim.

Moon mengatakan bahwa Kim merupakan pemimpin yang ingin membawa kemakmuran ekonomi bagi rakyatnya.

Dirinya tidak menyebutkan bahwa Kim adalah diktator yang kejam, seperti pernah diungkap Presiden AS, Donald Trump.


"Anda pasti menonton di TV. Tetapi, berdasarkan apa yang saya alami, Kim Jong Un sangat jujur dan sopan. Dirinya memperlakukan para sesepuh dengan hormat," kata dia.

"Saya percaya bahwa Kim Jong Un tulus dan dia akan meninggalkan senjata nuklir sebagai pertukaran untuk pembangunan ekonomi," kata dia menambahkan.

Moon meyakinkan sikap skeptis di AS dan di seluruh dunia bahwa Korea Utara sekarang serius ingin melepaskan senjata nuklirnya setelah beberapa dekade provokasi dan gagal memenuhi janji.

Moon Puji-Puji Kim Jong Un dalam Pidatonya di PBBSepekan sebelum memberikan pidato di sidang PBB, Presiden Korsel Moon Jae-in lakukan pertemuan dengan pimpinan Korut Kim Jong Un di Pyongyang (Pyeongyang Press Corps/Pool via REUTERS)
"Moon tahu bahwa Kim belum memenuhi harapan AS dan khawatir mengenai apakah proses AS-Korea Utara dapat dimulai dan tetap berada sesuai jalur," kata Scott Snyder, seorang rekan senior untuk studi Korea.

Selain mencegah perang di Semenanjung Korea, Moon memiliki banyak hal yang dipertaruhkan secara politik dan membantu meningkatkan ekonomi.

Dibandingkan dengan tahun lalu, sikap Korea Utara di Majelis Umum PBB telah berubah drastis. Pada 2017, Korea Utara baru saja menyelesaikan uji coba nuklirnya yang keenam.

Keamaan memberlakukan sanksi baru terkait provokasi Korea Utara. Trump menyebut Kim merupakan seorang "pria roket" dalam misi bunuh diri. Pada tahun ini, Trump berterima kasih kepada Kim karena keberanian dan langkah-langkah yang diambilnya.

"Kim Jong Un mengatakan bahwa dia sangat sadar bahwa banyak orang di dunia masih tidak dapat mempercayai Korea Utara atau berpikir Korea Utara menipu atau mencoba untuk membeli waktu, bahkan setelah itu mengambil beberapa langkah untuk denuklirisasi," kata Moon.

"Tapi apa yang bisa didapat Korea Utara dari menipu atau membeli waktu?" katanya mengutip Kim.

Wakil Ketua Masyarakat Korea, Stephen Noerper memandang bahwa pidato Moon itu sepertinya menargetkan kelompok tertentu. Sebab, agenda Moon melibatkan pemain lain yang signifikan di panggung dunia.

"Saya tidak menganggap Moon sebagai juru bicara Kim, melainkan seorang pemimpin yang menyadari bahwa dirinya membutuhkan baik Kim dan Trump agar bisa seiya sekata," kata dia.

Pekan lalu di Pyongyang, Korea Utara mengatakan akan membongkar tempat uji rudal dan landasan peluncuran di hadapan para ahli internasional.

Kim bahkan menyebut akan mengambil langkah lebih lanjut untuk mengakhiri program nuklirnya, jika AS menghormati perjanjian yang ditandatangani Juni lalu saat keduanya bertemu di Singapura.

Pengamat menyebut bahwa pertemuan antar Korea itu tidak memberikan penjelasan spesifik dan menimbulkan sejumlah pertanyaan.

Moon Puji-Puji Kim Jong Un dalam Pidatonya di PBBPertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura pada Juli lalu (Anthony Wallace/Pool via Reuters)
Dewan Sementara Moon mengatakan sangat wajar untuk mencurigai motivasi Kim mengingat kegagalan masa lalu Korea Utara untuk memenuhi perjanjian denuklirisasi.

Namun, Moon menambahkan bahkan pertemuan kali ini "benar-benar berbeda".

"Kali ini, tolong percayai ketulusan Korea Utara," kata dia sambil menambahkan bahwa pemimpin Korea Utara setuju untuk melakukan siaran langsung dalam pertemuan puncak itu.

"Dengan menyiarkan langsung semua proses pertemuan, saya mencoba membuat orang-orang di seluruh dunia melihat Kim Jong Un dan orang macam apa dia dengan mata mereka," kata dia menambahkan. (cin/eks)