Tentara Korut dan Korsel Bersihkan Ranjau Darat di Perbatasan

Tim, CNN Indonesia | Senin, 01/10/2018 17:08 WIB
Tentara Korut dan Korsel Bersihkan Ranjau Darat di Perbatasan Ilustrasi tentara Korea Utara di perbatasan (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tentara Korea Utara dan Korea Selatan mulai membersihkan ranjau darat yang ditanam di sepanjang perbatasan mereka. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari pakta untuk mengurangi ketegangan dan membangun kepercayaan di semenanjung Korea.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementrian Pertahanan, kedua pihak sepakat untuk menghapus semua ranjau darat di Kawasan Keamanan Bersama (JSA) di Panmunjom selama 20 hari kedepan.

Detail proyek ini disepakati pada saat KTT di Pyongyang bulan lalu antara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-In.


Korea Utara tidak memberikan konfirmasi bahwa pasukannya telah memulai prosesnya. Kesepakatan itu juga menjelaskan mengenai penghapusan pos dan senjata penjaga dari JSA untuk menghilangkan ranjau serta pasukan yang berada disana tidak memegang senjata.

JSA merupakan satu-satunya wilayah di sepanjang Zona Demiliterisasi (DMZ) sepanjang 250 kilometer dimana pertemuan dari kedua Korea dan dikelola oleh pasukan PBB.

Pada November 2017, pasukan Korea Utara di JSA menembak salah satu tentara mereka yang membelot ke Korea Selatan sebanyak lima kali.

Sejak saat itu, adanya pertemuan puncak pertama secara dramatis yang dilakukan oleh Kim dan Moon, pertemuan kedua dilakukan pada Mei lalu.

Pada pertemuan puncak April lalu, kedua Korea mengumumkan niat mereka untuk mengubah DMZ menjadi zona damai. Dimana mereka telah menghancurkan pengeras suara propaganda dan beberapa pos penjaga di sepanjang perbatasan.

Proyek penghancuran lainnya akan dimulai di provinsi Gangwon, Korea Selatan dimana berbagai tim diluncurkan untuk mencari sisa tentara yang tewas dalam Perang Korea 1950 -1953.

Lebih dari satu juta ranjau darat diletakkan di daerah perbatasan termasuk DMZ dan Zona Pengendalian Sipil di Selatan. Ranjau ini sudah menyebabkan beberapa warga sipil dan tentara tewas dan terluka.

Pada 2015 lalu, dua tentara Korea Selatan cacat akibat ranjau darat dari Korea Utara, namun tuduhan itu dibantah oleh Korea Utara. (cin/eks)