Didakwa Memfitnah, Blogger Tuntut Balik PM Singapura

CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 19:29 WIB
Didakwa Memfitnah, Blogger Tuntut Balik PM Singapura Blogger Singapura, Leong Sze, menuntut balik PM Lee Hsien Loong setelah menyeretnya ke pengadilan soal unggahan kasus korupsi 1MDB. (Terence Tan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang blogger asal Singapura, Leong Sze, menuntut balik Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong setelah menyeret dirinya ke pengadilan atas tuduhan memfitnah. Padahal Leong hanya mengunggah tautan di akun Facebooknya soal dugaan keterlibatan Lee dalam kasus korupsi 1MDB.

Lee lebih dulu mengadukan Leong yang menuduhnya korupsi. Leong mengunggah sejumlah artikel di akun Facebooknya yang berisikan tudingan pemimpin Singapura itu terlibat skandal rasuah lembaga investasi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).

Artikel tersebut berasal dari portal berita Malaysia. Namun, Lee membantah tudingan itu dengan menyebut berita tersebut palsu dan tanpa dasar.



Lee menuding Leong berusaha merusak nama baik dan reputasinya dengan menautkan pranala tersebut pada salah satu unggahan di akun Facebooknya. Orang paling berkuasa di Singapura tersebut kemudian memperkarakan Leong pada awal Desember lalu.

Dikutip AFP, Leong tidak tinggal diam. Salah satu kritikus utama Lee tersebut menggugat balik sang perdana menteri dengan tuduhan telah menyalahgunakan sistem pengadilan.

"Tujuan utama klaim tersebut adalah untuk menggunakan proses hukum demi memperketat kebebasan berekspresi di Singapura," ucap Leong melalui akun Facebooknya pada Rabu (26/12).

Dalam unggahan itu, Leong juga turut menautkan rincian pembelaannya atas tuntutan Lee. Dia mengatakan semua yang dilakukannya hanya sebatas menautkan artikel itu di akun Facebooknya tanpa tambahan apapun selama kurang lebih tiga hari.


Kebebasan berpendapat dan berekspresi terutama yang berkaitan dengan politik dan pemerintahan memang dibatasi di Singapura. Negara kota di Asia Tenggara itu telah lama dikritik karena menggunakan hukum pencemaran nama baik untuk membungkam kritik.

Para pengkritik pun menjadikan media sosial sebagai sarana menyatakan pendapat mereka lantaran sebagian media massa berada di bawah kendali pemerintah Singapura.

Karena itu, pengamat mengatakan pemerintah Singapura juga semakin gencar membendung kritik di media sosial. Tak hanya Leong, di bulan yang sama, pemerintah Singapura juga mengajukan gugatan terhadap seorang editor portal berita The Online Citizen, Terry Xu, dengan tuduhan serupa.

Sementara itu, menurut indeks korupsi, Singapura termasuk negara paling rendah tingkat korupsinya di dunia. Para pemimpin negara tersebut dianggap sensitif terhadap setiap tuduhan korupsi.


Skandal 1MDB tengah menjadi subjek penyelidikan Malaysia. Bahkan mantan perdana menteri Negeri Jiran, Najib Razak, menjadi terdakwa dalam kasus tersebut.


Catatan redaksi: Terdapat revisi pada paragraf kedua terakhir dalam artikel ini. (rds/ayp)