Jelang Angin Kencang Amang, Ribuan Warga Filipina Dievakuasi

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 09:41 WIB
Jelang Angin Kencang Amang, Ribuan Warga Filipina Dievakuasi Sejumlah kota di Camarines Sur dan Albay kini masih dalam masa pemulihan dari banjir dan longsor akibat Badai Usman yang menewaskan 31 orang pada Desember lalu. (Reuters/Erik De Castro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Filipina mengevakuasi ribuan warga rawan banjir dan longsor, terutama di daerah-daerah yang diperkirakan bakal dihantam angin tropis "Amang" pada pekan ini.

Kepala Keamanan Publik dan Manajemen Darurat, Cedric Daep, menjelaskan bahwa target evakuasi itu adalah 58.614 keluarga di desa rawan banjir dan 21.620 keluarga di kawasan rentan longsor.
Dilansir Inquirer, Badan meteorologi Filipina melaporkan bahwa Siklon Amang yang membawa angin berkecepatan 45 kilomter per jam itu sudah mulai berembus dari Samudra Pasifik pada Minggu (20/1) malam.

Terus bergerak ke arah barat-barat laut pada Senin, Siklon Amang diprediksi akan menyapu Kota Lapu-Lapu dengan kecepatan 60 kilometer per jam hari Selasa sore.
Tak hanya evakuasi, otoritas Filipina juga sudah memerintahkan penutupan sekolah di sejumlah daerah, seperti Camarines Sur, Albay, dan Sorsogon.


Sejumlah kota di Camarines Sur dan Albay kini masih dalam masa pemulihan dari banjir dan longsor akibat Badai Usman yang menewaskan 31 orang pada Desember lalu.

Hujan lebat menjelang Amang sendiri sudah menyebabkan 55 meter lahan di dekat Kota Monkayo. (has/has)