Dituding Ilegal Tinggal di AS, Rapper Nomine Grammy Ditahan

CNN Indonesia | Senin, 04/02/2019 12:22 WIB
Dituding Ilegal Tinggal di AS, Rapper Nomine Grammy Ditahan Rapper peraih nominasi Grammy Awards, 21 Savage, ditahan setelah petugas imigrasi menyebut bahwa ia sebenarnya adalah WN Inggris yang visanya sudah kedaluwarsa. (Reuters/Andrew Kelly/File Photo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rapper peraih nominasi Grammy Awards dengan nama panggung 21 Savage ditahan setelah petugas imigrasi menyebut bahwa ia sebenarnya adalah warga negara Inggris yang tinggal di Amerika Serikat dengan visa kedaluwarsa.

AFP melaporkan bahwa petugas Departemen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) menangkap 21 Savage dalam "operasi terencana" pada Minggu (3/2).

Juru bicara ICE, Bryan Cox, mengatakan kepada media lokal, Journal-Constitution Atlanta, bahwa 21 Savage adalah "warga negara Inggris yang masuk secara tidak sah."
Menurut Cox, 21 Savage masuk Amerika Serikat pada 2005 dengan visa yang berlaku hanya satu tahun.


Otoritas AS juga mengatakan kepada surat kabar itu bahwa 21 Savage pernah ditangkap dan dihukum atas tuduhan tindak kejahatan narkotika pada tahun 2014. Namun saat itu, ICE tidak menyadari bahwa dia sebenarnya merupakan warga negara Inggris.

Pemilik nama asli Sha Yaa Bin Abraham Joseph ini sendiri mengaku sebagai artis lokal Atlanta, yang dianggap sebagai "ibu kota" aliran musik hip hop.

"Kami berupaya dengan maksimal agar Abraham-Joseph dapat dibebaskan dari penahanan. Untuk saat ini, kami sedang berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk meluruskan kesalahpahaman," kata pengacara rapper itu, Dina LaPolt, kepada AFP.
Penahanan ini menjadi sorotan warganet karena terjadi tak lama setelah 21 Savage meraih nominasi penghargaan Grammy Awards.

Rapper yang dikenal karena kemampuan dalam menyampaikan lirik lagu serta ketulusannya dalam bermusik ini merilis album debutnya pada tahun 2017.

Lirik lagunya dianggap menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari masalah narkotika dan kekerasan, hingga rasisme sistemik dan kebrutalan polisi.

Album keduanya, "I Am > I Was" merajai Billboard 200 di awal peluncurannya pada Desember 2018, menjawarai tangga lagu tersebut selama dua minggu berturut-turut. (syf/has)