Oposisi Venezuela Utus Juru Runding ke Norwegia

CNN Indonesia | Senin, 27/05/2019 17:59 WIB
Oposisi Venezuela Utus Juru Runding ke Norwegia Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido. (Reuters/Carlos Garcia Rawlins)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, mengirim perwakilannya ke Oslo, Norwegia, untuk menemui perwakilan Presiden Nicolas Maduro. Pertemuan ini menjadi langkah awal perundingan antara Guaido dan Maduro yang telah berbulan-bulan saling bertikai soal kepemimpinan di negara itu.

"Kami harus bermain di semua level. Kami harus memiliki kehadiran aktif di semua tempat," kata Guaido kepada ratusan pendukungnya di Barquisimet, negara bagian Lara, Minggu (26/5).
"Dari Lara ke Norwegia, dari Caracas ke Washington, tuntutan kami sama. Siapa pun yang ingin kami berhenti membuat tekanan di jalanan atau dalam skenario internasional untuk menghentikan pengambil-alihan kekuasaan, menjadi kaki tangan kediktaktoran," sambung Guaido dalam kicauannya di Twitter.

Guaido, yang merupakan ketua Majelis Nasional atau parlemen Venezuela, menuturkan ia telah mengirim wakilnya, Stalin Gonzalez dan mantan wakil ketua Majelis Nasional, Gerardo Blyde, untuk hadir dalam pertemuan itu.


Sementara itu, dikutip AFP, Senin (27/5), Menteri Komunikasi Venezuela Jorge Rodriguez dan Gubernur Negara Bagian Miranda, Hector Rodriguez, menjadi perwakilan Maduro dalam pertemuan itu.

Meski begitu, belum jelas apakah keduanya akan hadir dalam pertemuan yang rencananya digelar pada pekan depan.
Guaido nampak sangat hati-hati untuk membuka dialog dengan rezim Maduro. Sebab, langkah itu banyak ditentang oleh para pendukungnya yang telah menghabiskan tenaga berbulan-bulan untuk turun ke jalanan menekan Maduro mundur.

Pendukung Guaido menganggap kepemimpinan Maduro "tidak sah" setelah memenangkan pemilihan umum pada 2018 lalu yang dianggap palsu dan curang.

Krisis politik Venezuela kian memburuk terutama setelah Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela, tak lama setelah Maduro dilantik sebagai presiden pada Januari lalu.

Langkah Guaido didukung oleh sedikitnya 50 negara lain termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa.

[Gambas:Video CNN]

Meski begitu, Maduro menolak mundur dari jabatannya dengan bantuan militer yang terus setia mendukung dirinya dan juga beberapa negara sekutu seperti Rusia, Cina, dan Kuba. (rds/ayp)