Warga Israel Demo Tolak Rencana PM Netanyahu Kebal Hukum

CNN Indonesia | Senin, 27/05/2019 19:16 WIB
Warga Israel Demo Tolak Rencana PM Netanyahu Kebal Hukum Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (REUTERS/Dan Balilty)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan ribu warga Israel menggelar demonstrasi di Tel Aviv untuk memprotes langkah parlemen yang ingin memberikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kekebalan hukum. Padahal, Bibi, panggilan akrab Netanyahu, saat ini sedang terjerat sejumlah kasus dugaan korupsi.

Meski kepolisian enggan menyebutkan jumlah pasti, wartawan Reuters melaporkan sedikitnya 20 ribu pendemo hadir dalam unjuk rasa tersebut.
Sementara itu, koordinator demonstrasi mengklaim massa yang hadir mencapai lebih dari 80 ribu orang. Seluruh partai oposisi Netanyahu juga turut hadir dalam demonstrasi langka itu.

Pemimpin oposisi dari Partai Biru dan Putih, Yair Lapid, mengatakan Netanyahu berupaya "menghancurkan Mahkamah Agung agar terbebas dari penjara."


"Dia menghancurkan negara ini. Kami tidak akan membiarkannya melakukan itu," kata Lapid pada Minggu (26/5).

Unjuk rasa ini terjadi menyusul langkah partai berkuasa, Likud, yang dikabarkan tengah mencari cara untuk memberikan impunitas parlemen bagi Netanyahu supaya sang perdana menteri kebal dari segala tuntutan.
Selain kekebalan hukum, Likud juga tengah mencari cara untuk menghentikan kewenangan Mahkamah Agung yang dapat membatalkan setiap impunitas.

Rencana Likud itu berlangsung ketika Netanyahu berhasil mempertahankan periode kelimanya sebagai PM setelah menang pemilihan umum pada April lalu. Di saat bersamaan Netanyahu juga masih terjerat tiga kasus skandal korupsi yang cukup menggerus dukungan publik terhadapnya.

Netanyahu sudah bolak-balik diperiksa kepolisian sejak skandal korupsi terungkap pada 2017 silam.

Pada Februari lalu, Jaksa Agung Israel bahkan telah mengumumkan rencana untuk mendakwa Netanyahu dengan dugaan penipuan dan penyuapan.

Meski begitu, di bawah konstitusi, Netanyahu memang tidak berkewajiban untuk mundur jika mendapat dakwaan.

[Gambas:Video CNN]

Dikutip Reuters, Netanyahu belum menanggapi kabar terkait impunitas tersebut.

Melalui akun Twitternya pada 13 Mei lalu, dia menuturkan bahwa dirinya selalu berupaya mempertahankan Mahkamah Agung sebagai lembaga yang kuat dan independen.

Namun, ia tak menutup kemungkinan bahwa perubahan diperlukan dalam tubuh Mahkamah Agung untuk mengembalikan "keseimbangan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif Israel." (rds/ayp)