Parlemen AS Akan Rancang UU Pembatasan Pelajar China ke AS

CNN Indonesia | Rabu, 05/06/2019 12:53 WIB
Parlemen AS Akan Rancang UU Pembatasan Pelajar China ke AS Ilustrasi. (Reuters/Jonathan Ernst).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat (AS) tengah mencari cara untuk menelurkan undang-undang yang akan mempersulit siswa dan para cendekiawan China untuk belajar ke AS. Upaya ini sebagai perluasan dari tensi tinggi kedua negara akibat perang dagang.

Para anggota kongres, sebagian besar merupakan anggota Partai Republik yang memenangkan Donald Trump sebagai dalam pemilihan presiden AS, menyebut akan membatasi pelajar dan cendekiawan yang memiliki hubungan dengan militer di China memasuki AS.

"Partai Komunis menyusup ke masyarakat AS untuk menyensor kebebasan berbicara dan mencuri penelitian yang sensitif," tutur Senator Partai Republik Ted Cruz, salah seorang yang mendukung UU pembatasan pelajar China ke AS, seperti dilansir Reuters, Rabu (5/6).

Trump dan kebanyakan anggota Partai Republik sebetulnya menginginkan kontrol yang lebih ketat terhadap China. Bahkan mereka ingin melakukan profiling siswa dan para akademisi China.


Namun, suara lain datang dari American Council on Education. Menurutnya, AS harus menyadari juga kontribusi jutaan dolar AS dari 350 ribu orang China yang datang untuk menempuh gelar sarjana dan pascasarjana.

"Kami percaya bahwa jumlah siswa internasional yang sangat banyak dari semua negara datang ke sini dengan niat terbaik. Dan, kami harus terus mendorong mereka untuk datang," terang Terry Hartle, Wakil Presiden Senior American Council on Education.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan China memperingatkan kaum pelajar mereka untuk menyadari risiko studi ke AS, mulai dari validitas waktu yang lebih pendek hingga potensi penolakan visa. "Sudah lama terjadi. Bahwa beberapa siswa China yang ingin belajar ke AS menghadapi pembatasan visa," tulis keterangan Kementerian Pendidikan China.


Tak berselang lama, Kementerian Pariwisata China juga memperingatkan turis yang akan berpelesir ke AS untuk berhati-hati menyusul potensi ancaman, seperti perampokan, pelecehan, hingga kekerasan senjata, di tengah tingginya tensi perang dagang antar kedua negara.

"Baru-baru ini, penembakan, perampokan, dan pencurian sering terjadi di AS," tulis Kementerian Pariwisata China, seperti dilansir dari AFP.


(Reuters/bir)