Diancam Tarif, Meksiko Blokir 1.200 Imigran Menuju AS

CNN Indonesia | Kamis, 06/06/2019 09:20 WIB
Diancam Tarif, Meksiko Blokir 1.200 Imigran Menuju AS Ilustrasi imigran. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak berwenang memblokir rombongan imigran asal Amerika Tengah yang memasuki Meksiko menuju Amerika Serikat (AS). Pemblokiran dilakukan di tengah-tengah ancaman tarif impor Presiden Donald Trump kepada seluruh barang Meksiko sepanjang negara tersebut masih meloloskan imigran ilegal ke AS.

Tentara dan polisi memaksa ratusan imigran dalam rombongan tersebut, yang sebagian besar berasal dari Honduras, untuk berhenti di kota selatan Metapa de Dominguez sekitar 12 kilometer (7,5 mil) dari perbatasan Meksiko-Guatemala.

National Migration Institute (INM) mengatakan sekitar 420 imigran telah dihentikan dan dibawa ke pusat penahanan dengan bus.


Namun, banyak pula imigran yang melarikan diri, polisi negara bagian pada awalnya memperkirakan karavan itu memiliki sekitar 1.200 orang.


Insiden itu terjadi ketika delegasi tingkat tinggi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengadakan pembicaraan di Washington dengan para pejabat AS dalam upaya untuk menghindari ancaman tarif impor dari Trump.

Trump mengancam akan menerapkan tarif 5 persen pada semua ekspor Meksiko mulai Senin, dan naik secara bertahap menjadi 25 persen pada Oktober. Ini memicu kepanikan Meksiko, yang mengirimkan 80 persen ekspornya ke AS.

Pembicaraan yang berakhir Rabu tanpa kesepakatan itu, dijadwalkan dilanjutkan Kamis. Trump dalam akun Twitter-nya menyebut bahwa jika tidak ada kesepakatan tercapai, maka tarif akan mulai berlaku pada Senin.

INM mengatakan para migran yang ditahan akan dibantu untuk kembali ke negara asal mereka atau dideportasi.


Aktivis hak-hak migran yang bepergian dengan rombongan itu mengatakan kepada AFP bahwa lebih dari 100 anggota Garda Nasional Meksiko yang baru dibentuk ikut serta dalam operasi itu.

Para aktivis tersebut menyebut ketegangan berkobar ketika petugas yang mengacungkan perisai anti huru hara menghalangi jalan para migran, kata para aktivis itu. Namun, meskipun pertandingan mendorong, pihak berwenang berhasil memaksa rombongan berhenti.

Secara terpisah, kelompok hak-hak migran People Without Borders (Pueblo Sin Fronteras) mengatakan dua anggotanya juga telah ditahan, yakni pemimpinnya, Irineo Mujica, di negara bagian utara Sonora, dan seorang aktivis lain, Cristobal Sanchez, di Mexico City.
[Gambas:Video CNN]
Meksiko telah mengerahkan Pengawal Nasional ke perbatasan selatan dan meningkatkan penahanan, serta deportasi dalam upaya untuk memperlambat aliran migran yang melintasi wilayahnya menuju AS.

Namun, Bea Cukai Meksiko menyebut jumlah imigran yang ingin melintas perbatasan AS-Meksiko masih meningkat 32 persen secara bulanan pada Mei, menjadi lebih dari 144 ribu.

Ketegangan meningkat antara AS dan Meksiko terkait lonjakan imigran yang melintas perbatasan kedua negara dalam beberapa bulan terakhir, terutama warga Amerika Tengah yang melarikan diri dari kemiskinan dan kekerasan. (AFP/agi)