Iran Bebaskan Tahanan yang Dituduh Agen Spionase AS

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 12/06/2019 02:42 WIB
Iran Bebaskan Tahanan yang Dituduh Agen Spionase AS Ilustrasi. (Reuters/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Iran membebaskan seorang tahanan yang dituduh sebagai agen spionase Amerika Serikat. Pembebasan pria Lebanon itu menjadi isyarat yang muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Nizar Zakka ditangkap pada September 2015 lalu saat dirinya berkunjung ke Iran. Pada Selasa (11/6), Zakka kembali ke negara asalnya, Lebanon, setelah dibebaskan dari penjara.

Dalam pidatonya, Zakka menolak menguraikan alasan penangkapannya. Namun, Zakka bersikeras bahwa dirinya bukan agen spionase AS.

"Tak ada spionase," ujarnya singkat, melansir AFP. Zakka malah menuduh bahwa Iran menculiknya dengan tuduhan palsu.

Zakka merupakan kepala sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Timur Tengah.

Pada saat penangkapan, televisi pemerintah Iran menyebutkan bahwa Zakka memiliki hubungan dengan badan intelijen AS. Televisi menyiarkan kumpulan foto Zakka yang tengah berada di pangkalan militer AS.

Ketegangan Meningkat

Hubungan diplomatik Iran dan AS terputus sejak tahun 1980 silam. Hubungan kian memburuk saat Donald Trump resmi menjabat sebagai Presiden AS pada 2017.

Pada akhir 2017, pengadilan Iran menambah hukuman penjara 10 tahun untuk Zakka. Pengadilan juga memberikan vonis hukuman penjara bagi kedua warganya yang dituduh berkolaborasi dengan AS.

Keputusan untuk membebaskan Zakka muncul di tengah pertikaian yang kian mendidih sejak tahun lalu saat AS menarik diri dari perjanjian nuklir yang sempat dicapai bersama Iran.

Ketegangan kian meningkat saat AS menambahkan Garda Revolusi Iran ke dalam daftar hitam organisasi teroris.

Kebuntuan ini semakin memburuk dalam beberapa pekan terakhir, setelah AS mengumumkan akan mengirimkan bala bantuan untuk Timur Tengah. Kiriman bantuan dilakukan sebagai tanggapan atas dugaan 'ancaman Iran' serta sabotase empat kapal di pintu masuk Teluk pada 12 Mei lalu.

AS dan Arab Saudi menuduh Iran berada di balik serangan-serangan tersebut.

[Gambas:Video CNN]


(asr/asr)