AS Ancam Kerahkan Militer Terkait Penyerangan Tanker

CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 14:35 WIB
AS Ancam Kerahkan Militer Terkait Penyerangan Tanker Ilustrasi kapal tanker. (Kyodo/via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, menyatakan sedang mempertimbangkan mengerahkan kekuatan militer terkait serangan terhadap kapal tanker di Teluk Oman. AS dan sekutunya, Arab Saudi, menuduh Iran ada di balik peristiwa itu.

"Tentu saja (opsi militer). AS sedang mempertimbangkan berbagai opsi. Kami telah memberi pengarahan kepada presiden beberapa kali, kami akan terus memberi informasi kepadanya. Kami yakin bahwa kami dapat mengambil serangkaian tindakan pencegahan yang merupakan misi kami," kata Pompeo, seperti dilansir CNN, Senin (17/6).
Pompeo juga membenarkan bahwa sektor militer akan diikutsertakan dalam serangkaian tindakan AS tersebut. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Dasar AS, Pasal I yang memberikan wewenang kepada Kongres untuk menyatakan perang, sementara menurut Pasal II, presiden juga memperoleh kuasa untuk mengarahkan perang, yang disebut Panglima Angkatan Bersenjata Presiden.

Akan tetapi, Pompeo menyatakan Presiden Donald Trump menolak adanya perang di antara kedua negara.


"Presiden akan mempertimbangkan semua yang perlu kita lakukan untuk memastikan, bukan? Tapi apa yang presiden katakan? Kami tidak ingin Iran mendapatkan senjata nuklir. Presiden Trump telah mengatakan dengan jelas, ia tidak ingin berperang," tambah Pompeo.

Ia menegaskan, "Presiden Trump telah melakukan semua yang ia bisa guna menghindari peperangan. Kami tidak ingin ada perang. Kami sudah melakukan yang kami bisa untuk mencegahnya. Rakyat Iran harus mengerti dengan jelas bahwa kami akan terus mengambil langkah yang mencegah Iran terlibat dalam perilaku semacam ini."
Trump sebelumnya sempat menuduh Iran yang telah melakukan serangan terhadap dua tanker milik Norwegia dan Jepang di Teluk Oman.

"Kita akan lihat apa yang akan terjadi. Kami sangat keras terhadap pemberian sanksi. Kita akan melihat bagaimana cara menghentikannya (serangan)," tegas Trump.

Pompeo juga menyalahkan Iran atas insiden yang terjadi. Ia menegaskan bahwa Iran "secara jelas" telah melakukan serangan itu dengan niatan agar tak ada yang melewati jalur perairan tersebut.

Komentar Pompeo ini dilontarkan ketika ketegangan meningkat di perairan Timur Tengah, di mana dua kapal tanker Norwegia dan Jepang terkena ledakan di dekat Selat Hormuz yang merupakan rute pelayaran penting. AS menduga Iran yang telah memprakarsai serangan tersebut.

AS juga sempat merilis rekaman video yang menunjukkan kapal patroli Iran melepaskan ranjau yang gagal meledak dari salah satu lambung kapal. Sementara itu, ledakan yang memicu kebakaran di salah satu kapal masih dalam penyelidikan.
Iran membantah semua tudingan AS itu. Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani, mengatakan AS mungkin telah melakukan tindakan sabotase terhadap kedua tanker di Teluk Oman dan kemudian mengkambinghitamkan Iran serta menekan pihaknya.

Larijani juga mencemooh ucapan Pompeo yang mendesak Iran untuk "mewujudkan diplomasi dengan diplomasi."

"Apakah ini diplomasi untuk memulai pertarungan dengan negara revolusioner dengan aksi terorisme ekonomi, [sanksi ekonomi] di mana mereka sendiri menyebutnya paling sulit? Apakah ini diplomasi, Pompeo, untuk mengingkari janji seseorang dalam perjanjian nuklir?" ujar Larijani.

Menurut kantor berita Tasnim, Iran sendiri akan mengeluarkan informasi penting terkait penarikan diri mereka dari perjanjian nuklir Iran (JCPOA) pada hari ini.

Insiden ini turut menarik perhatian internasional di antaranya Menteri Pertahanan Inggris, Tobias Ellwood. Ellwood mengatakan bahwa dirinya mengerti akan Iran yang kecewa terhadap perjanjian nuklir, tetapi itu tidak berarti Iran berhak menyerang kapal tanker tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Kementerian Luar Negeri Inggris juga mengatakan Garda Revolusi Iran (IRGC) "hampir pasti" merupakan dalang dibalik serangan ini.

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, turut menyalahkan Iran atas insiden penyerangan kapal tersebut. Dirinya juga mengimbau komunitas internasional untuk bersikap tegas terhadap rezim Iran yang diduga mendukung terorisme. (ajw/ayp)