Saudi Berkeras Pangeran Salman Tak Terlibat Bunuh Khashoggi

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 11:27 WIB
Saudi Berkeras Pangeran Salman Tak Terlibat Bunuh Khashoggi Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir (kanan). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, menolak laporan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menyimpulkan ada dugaan kuat bahwa Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. Khashoggi tewas di gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018 setelah sempat dinyatakan hilang.

Khashoggi merupakan seorang kolumnis Washington Post yang kerap mengkritik MbS. Jubeir menyebut laporan yang dibuat pelapor khusus PBB Agnes Callamard itu "mengandung kontradiksi dan tuduhan tidak berdasar sehingga patut dipertanyakan kredibilitasnya."




"Tidak ada yang baru (dalam laporan itu). Pelapor di Dewan HAM PBB mengulangi di dalam laporannya yang tidak mengikat hukum itu hal-hal yang telah diterbitkan dan beredar di media sebelumnya," kata Jubeir melalui serangkaian kicauannya di Twitter, Kamis (20/6).

Setelah melakukan investigasi selama enam bulan, Callamard menyimpulkan Arab Saudi "melakukan eksekusi yang disengaja dan direncanakan sebelumnya" terhadap Khashoggi. Hal itu diutarakannya dalam laporan setebal 100 halaman.

Callamard menuturkan investigasi lebih lanjut diperlukan demi mengetahui sejauh mana MbS mengetahui pembunuhan Khashoggi.

"Ada bukti yang cukup kredibel mengenai tanggung jawab Putra Mahkota (MbS) yang mengharuskan penyelidikan lebih lanjut," papar Callamard kepada wartawan di Jenewa seperti dikutip Reuters, Rabu (20/6).
"Apakah dia (MbS) secara langsung atau tidak langsung menghasut pembunuhan itu, apakah dia seharusnya bisa mencegah eksekusi ketika misi (pembunuhan) berlangsung) dan gagal menggagalkannya," paparnya menambahkan.

Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam gedung konsulatnya. Namun, Riyadh berkeras bahwa kerajaan tak terlibat pembunuhan jurnalis itu.

Riyadh menegaskan pembunuhan itu dilakukan oleh pejabat Saudi dengan perintah gelap. Sejauh ini, jaksa Saudi telah mendakwa 11 tersangka terkait pembunuhan Khashoggi, lima di antaranya terancam hukuman mati.

Callamard menuturkan proses pengadilan di Saudi harus ditangguhkan dengan alasan khawatir atas potensi penyalahgunaan proses peradilan dan kerahasiaan.
Jubeir menolak segala upaya untuk mempengaruhi proses hukum yang tengah berjalan di Saudi.

Dikutip Reuters, dia memaparkan Saudi akan mempertahankan hak untuk memproses hukum kasus Khashoggi.

Jubeir juga mengancam akan mengambil tindakan hukum sebagai tanggapan atas klaim Callamard tersebut. (rds/ayp)