Unggulan Tumbang di Pilkada Istanbul, Erdogan Mengaku Kalah

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 16:09 WIB
Unggulan Tumbang di Pilkada Istanbul, Erdogan Mengaku Kalah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (AFP PHOTO / ADEM ALTAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), kalah dalam pemilihan ulang Wali Kota Istanbul. Kandidat dari partai oposisi, Partai Rakyat Republik (CHP), menang suara dari calon pilihan partai berkuasa tersebut.

Dengan hampir 99 persen suara yang dihitung, Ekrem Imamoglu dari CHP meraih 775 ribu suara atau 54 persen, sementara itu Binali Yildirim yang ditunjuk Erdogan untuk mewakili AKP hanya berhasil mendapat 45 persen suara.

"Ini bukan kemenangan satu partai atau kelompok, tapi seluruh Istanbul dan Turki yang memenangkan pemilihan wali kota ini," kata Imamoglu dalam pidato kemenangannya di depan para pendukung, Minggu (23/6).


"Pak Presiden (Erdogan), saya siap untuk bekerja sama dengan Anda. Di sini, saya menyampaikan permintaan saya untuk bertemu dengan Anda sesegera mungkin," paparnya menambahkan.
Imamoglu sebenarnya telah memenangkan pemilihan Wali Kota pada Maret lalu dengan selisih tipis 13 ribu suara dari Yildirim. Namun, AKP mendesak pemilihan diulang karena menuding ada kecurangan.

Sejumlah kritikus menuduh Erdogan menolak menyerahkan kendali atas Istanbul, yang menjadi pusat ekonomi Turki dan markas kaum konservatif Islam, sejak ia memenangkan pemilihan wali kota itu 25 tahun lalu.

Meski sempat mempermasalahkan hasil pemilihan pertama, Erdogan kali ini mengakui kekalahan partainya.

"Saya ucapkan selamat kepada Ekrem Imamoglu yang telah memenangkan pemilihan berdasarkan hasil hitung cepat suara," papar Erdogan melalui Twitter seperti dikutip AFP pada Senin (24/6).

Pengamat mencatat bahwa pemilihan wali kota Istanbul bukan hanya pemilihan pemimpin kota semata. Erdogan juga pernah menuturkan bahwa "siapa pun yang memenangkan pemilihan (Wali Kota) Istanbul, dia memenangkan Turki."

Pengamat menilai kekalahan AKP ini bukan hanya melambangkan kekalahan Yildirim saja, tapi juga kekalahan Erdogan.
"Ini kekalahan yang sangat telak bagi Yildirim, tetapi juga Erdogan. Taruhannya (dalam menyerukan pemilihan ulang) menjadi bumerang," papar Berk Esen, asisten profesor Hubungan Internasional dari Universitas Bilkent di Ankara.

"Para elit AKP mungkin akan mencoba untuk tidak menekankan pemilihan dan bertindak seakan ini (pemilihan Istanbul) bukan masalah besar," paparnya menambahkan.

Imamoglu semakin dikenal setelah dirinya berhasil menggantikan kandidat kuat Wali Kota Istanbul dari partainya sendiri, Muharrem Ince. Politikus 49 tahun itu berhasil menarik pemilih dengan menyebarkan kampanye positif dengan slogan "Semua Akan Baik-Baik Saja."

Hal tersebut sangat kontras dengan strategi sebagian besar politikus Turki yang agresif dan cenderung mengintimidasi para pemilih.

"Kebahagiaan kami baru saja dimulai. Kami akan merayakannya sampai pagi. Kami telah menunggu 17 tahun (untuk menang). Kami percaya padanya (Imamoglu) dan dia percaya kepad akami," kata pendukung Imamoglu, Eda Alday.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, Yildirim merupakan loyalis Erdogan yang selama ini menjabat sebagai perdana menteri Turki. Ia juga mengawasi sejumlah proyek transportasi besar Turki.

Yildirim juga telah mengakui kekalahannya dan memberi selamat kepada Imamoglu. (rds/ayp)