Bertemu Xi Jinping di G20, Jokowi Titip Isu Perang Dagang

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 29/06/2019 10:54 WIB
Bertemu Xi Jinping di G20, Jokowi Titip Isu Perang Dagang Presiden RI Joko Widodo saat bertemu dengan Presiden China Xi Jinping. (Dok. Kementerian Luar Negeri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden RI Joko Widodo menyampaikan harapan pada Presiden China Xi Jinping untuk menghasilkan kesepakatan yang adil dan saling menguntungkan saat bertemu Presiden AS Donald Trump di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang

Harapan ini diutarakan langsung oleh Presiden Jokowi saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Xi di sela acara KTT G20 pada Jumat, (28/6).

"Sabtu rencananya akan ada pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi. Presiden Jokowi berharap mudah-mudahan akan ada terobosan yang signifikan," ujar Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi dalam keterangannya di Hotel New Otani, Osaka, Jepang, selepas mendampingi Jokowi dalam pertemuan bilateral tersebut.


Persoalan mengenai isu perang dagang antara AS dan China tersebut menjadi salah satu isu yang dibicarakan antara Jokowi dengan jajaran kabinetnya dalam rapat terbatas yang digelar sebelum pelaksanaan KTT G20 di Osaka.

Selain itu, Jokowi dan Xi Jinping, dalam pertemuan tersebut, turut membicarakan kerja sama bilateral kedua negara.

Keduanya diketahui membahas soal upaya-upaya untuk mengurangi defisit perdagangan antara Indonesia dan China.

"Tadi dibahas juga bahwa tahun lalu impor China terhadap CPO (crude palm oil) Indonesia sudah melampaui angka satu juta ton yang berarti sudah lebih dari angka yang dijanjikan Presiden Xi sebelumnya," ucapnya.

Retno mengatakan Xi Jinping juga menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali menggelar China International Import Expo (CIIE) pada tahun ini sekaligus mengharapkan partisipasi Indonesia pada pameran dagang tersebut. Tahun lalu, Indonesia turut berpartisipasi dalam pameran dagang terbesar di RRT tersebut.

"Rencananya kita memang mau mengikuti dan dari pihak Tiongkok akan memberikan perhatian khusus kepada Indonesia," imbuhnya. (vws)