KILAS INTERNASIONAL

Bom Sri Lanka Seret Pejabat Hingga Istri Emir Dubai Kabur

CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 09:26 WIB
Bom Sri Lanka Seret Pejabat Hingga Istri Emir Dubai Kabur Ilustrasi aparat Sri Lanka di tempat kejadian perkara serangan bom. (REUTERS/Dinuka Liyanawatte)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa meramaikan berita internasional pada Rabu (3/7). Mulai dari kepala kepolisian dan mantan menteri Sri Lanka ditangkap karena diduga lalai mencegah teror bom pada 21 April lalu sampai istri pemimpin Dubai kabur.


1. Kisruh Bom Sri Lanka, Kepala Polisi dan Eks Menhan Ditangkap

Kepala Kepolisian non-aktif Sri Lanka, Irjen Pujith Jayasundara, dan mantan Menteri Pertahanan, Hemasiri Fernando, ditangkap pada Selasa (2/7). Keduanya menjadi tersangka karena diduga lalai dalam mencegah aksi teror bom pada 21 April lalu yang merenggut nyawa 258 orang.


Seperti dilansir AFP, Rabu (3/7), kabar itu disampaikan oleh juru bicara kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekaran. Keputusan itu diambil tidak lama setelah Jaksa Negara, Dappula de Livera, menyatakan bakal memperkarakan Jayasundara dan Fernando.
Bom Sri Lanka Seret Pejabat Hingga Istri Emir Dubai KaburKepala Kepolisian non-aktif Sri Lanka, Irjen Pujith Jayasundara. (AFP Photo/Ishara S. Kodikara)
Menurut de Livera, Fernando dan Jayasundara dianggap melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan layak dijerat sangkaan pembunuhan tidak langsung.

Fernando dan Jayasundara ditangkap saat sedang berobat di dua rumah sakit berbeda.

Keduanya dilaporkan tetap dibiarkan berada di rumah sakit. Namun, aparat yang ditugaskan menangkap keduanya melaporkan hal itu kepada atasan mereka untuk menentukan tindakan selanjutnya, apakah keduanya dibantarkan atau harus dibawa ke sel tahanan.


2. Pusat Detensi Imigrasi di Tripoli Diserang, 40 Orang Tewas

Sebuah pusat detensi imigran di Tripoli, Libya, menjadi sasaran serangan udara pada Rabu (3/7) dini hari waktu setempat. Akibatnya, jumlah korban meninggal dalam kejadian itu dilaporkan mencapai 40 orang dan 80 lainnya luka-luka.

Seperti dilansir Associated Press, Pemerintah Libya yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan serangan itu dilakukan oleh Pasukan Nasional Libya (LNA) yang dipimpin oleh Jenderal Khalifa Haftar. Haftar mendukung pemerintahan tandingan yang dibentuk di Benghazi.

[Gambas:Video CNN]

Para imigran yang ditahan di pusat detensi itu sebenarnya hendak mengungsi ke Eropa guna menghindari konflik bersenjata di Libya. Mereka dibekuk oleh pasukan setempat yang ditugaskan dan dibiayai oleh Uni Eropa.

Haftar dan pasukannya terus menggempur pemerintah Tripoli sejak April lalu. Mereka menguasai kawasan timur dan selatan Libya. Namun, pekan lalu mereka kalah saat bertempur melawan milisi yang membantu Tripoli di Kota Gharyan.


3. Istri Emir Dubai Kabur ke London

Putri Haya Binti al-Hussein, istri pemimpin atau emir Dubai yang juga perdana menteri Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum dilaporkan melarikan diri ke London.

Menurut informasi yang beredar, Putri Haya kabur bersama kedua anaknya, Jalila dan Zayed. Mereka sempat pergi ke Jerman dan mencari suaka. Namun, ketiganya kini telah menetap di sebuah rumah di Taman Istana Kensington, London.

Seperti dilansir dari Telegraph, Putri Haya diduga melarikan diri setelah menemukan "sejumlah fakta yang mengganggu" di balik kembalinya Sheikha Latifa, putri ke-23 Sheikh Mohammed yang juga sempat melarikan diri pada Februari 2018 lalu.
Bom Sri Lanka Seret Pejabat Hingga Istri Emir Dubai KaburPutri Haya Binti al-Hussein. (Daniel LEAL-OLIVAS / AFP)
Putri Haya yang merupakan anak Raja Abdullah dari Yordania itu diduga melarikan diri karena merasa takut akan bernasib sama seperti Latifa, yakni diculik dan dipulangkan secara paksa ke UEA.

Sementara itu, Inggris yang merupakan mitra dagang sekaligus sekutu UEA dan Yordania hingga kini masih mengalami dilema terkait apakah harus memberikan suaka kepada Putri Haya atau membiarkannya dideportasi dari Inggris. (ayp/ayp)