Tentara Suriah Bombardir Basis Oposisi, 12 Warga Sipil Tewas

CNN Indonesia | Senin, 08/07/2019 08:18 WIB
Tentara Suriah Bombardir Basis Oposisi, 12 Warga Sipil Tewas Ilustrasi serangan di Idlib. (Reuters/Khalil Ashawi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya 12 warga sipil, termasuk anak-anak, dilaporkan tewas akibat serangan udara tentara Suriah di basis oposisi di barat laut negara itu pada Minggu (7/7).

Kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights melaporkan salah satu daerah yang terkena dampak bombardir paling besar adalah Provinsi Hama
Di sana, tujuh warga sipil, termasuk satu anak perempuan, tewas akibat serangan udara pasukan rezim Suriah.

Sementara itu, di Provinsi Idlib, setidaknya empat orang tewas, termasuk seorang pria bersama putranya di Kota Maret al-Noman.


Seorang anak lainnya juga dilaporkan tewas akibat serangan roket di daerah perkebunan di Desa Jadariya, masih di Provinsi Idlib.

Provinsi Idlib sendiri telah dibombardir pasukan Suriah dan Rusia sejak akhir April lalu meski sudah ada kesepakatan gencatan senjata internasional.
Kawasan tersebut merupakan benteng pertahanan Hayat Tahrir al-Sham, kelompok pemberontak yang berafiliasi dengan Al Qaidah.

Pemerintah memang sedang menggencarkan gempuran besar-besaran ke sejumlah titik pertahanan pemberontak. Serangan ini kerap kali merenggut nyawa warga sipil.

Pada Jumat dan Sabtu lalu, misalnya, serangan pemerintah Suriah dan Rusia dilaporkan menewaskan 20 warga sipil, termasuk enam anak-anak.

[Gambas:Video CNN]

Secara keseluruhan, lebih dari 540 warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan gabungan pasukan Suriah dan Rusia sejak akhir April lalu.

Sejak konflik Suriah bergolak pada 2011 lalu, lebih dari 370 ribu orang tewas dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal. (has/has)