FOTO: Polisi dan Aktivis Hong Kong Bentrok di Mal

REUTERS, CNN Indonesia | Senin, 15/07/2019 16:21 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan aktivis Hong Kong kembali bentrok dengan kepolisian pada Minggu (14/7) kemarin. Bahkan kericuhan terjadi hingga dalam pusat perberlanjaan.

Sekitar 10 ribu aktivis Hong Kong kembali terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat demonstrasi pada Minggu (14/7) kemarin. (REUTERS/Tyrone Siu)
Insiden itu terjadi di dalam pusat perbelanjaan Sha Tin di perbatasan dengan China. Para pengunjuk rasa melemparkan sejumlah benda kepada polisi anti huru-hara. (REUTERS/Tyrone Siu)
Sejak sore waktu setempat para pengunjuk rasa memblokir jalan dan perempatan di kawasan itu dengan membentuk barikade dari pagar besi, dan berhadap-hadapan selama beberapa jam dengan polisi. (REUTERS/Tyrone Siu)
Polisi lantas bergerak mendesak para demonstran pergi. Aparat kepolisian satuan anti huru-hara dikerahkan untuk menghalau para pengunjuk rasa yang berdemonstrasi hingga ke dalam Mal Sha Tin. (REUTERS/Tyrone Siu)
Polisi beralasan mereka terpaksa bertindak keras karena diserang menggunakan ketapel dari lantai atas mal yang penuh dengan gerai barang-barang mahal itu. (REUTERS/Tyrone Siu)
Para demonstran juga membalas sikap represif polisi dengan melemparkan payung yang mereka bawa. (REUTERS/Tyrone Siu)
Saat itu mal sedang penuh pengunjung. Mereka lantas panik dan berlarian menyelamatkan diri berusaha tidak terjebak bentrokan. (REUTERS/Tyrone Siu)
Sejumlah pengunjuk rasa ditangkap. Tak sedikit pula aparat kepolisian yang terluka. Bentrokan selesai ketika massa demonstran pergi sekitar pukul 22.00 waktu setempat.(REUTERS/Tyrone Siu)
Sudah sebulan lebih Hong Kong bergejolak. Tuntutan para pengunjuk rasa kini juga melebar, dari semula hanya menuntut pembatalan pembahasan Rancangan Undang-Undang Ekstradisi. (REUTERS/Tyrone Siu)
Para aktivis juga mendesak dibukanya penyelidikan mandiri atas dugaan kekerasan polisi, pengampunan kepada para aktivis yang ditangkap, serta meminta pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, turun dari jabatannya. (REUTERS/Tyrone Siu)