"Pengiriman pasukan dilakukan untuk menjamin keamanan dan mencegah kekerasan berlanjut," kata Kepala Kepolisian Papua Nugini, Bryan Kramer, seperti dilansir AFP, Selasa (16/7).
Kramer menyatakan sejumlah suku di kawasan Hela memang berperang selama berabad-abad. Namun, biasanya mereka tidak pernah menganiaya perempuan, anak-anak, orang tua atau kalangan yang dianggap tidak berdaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diduga konflik antara suku Raipbo dan Suku Pulgma Nambka di Provinsi Hela dipicu perebutan kekuasaan atas cadangan emas lokal di wilayah yang kaya akan mineral tersebut.
Marape juga menyalahkan tiga panglima perang yang melawan kelompok suku Tagali guna memperebutkan cadangan emas lokal tersebut.
Papua Nugini memang terkenal memiliki masyarakat beragam. Mereka memiliki lebih dari 800 bahasa dan suku yang kuat.
Selain itu, perbandingan jumlah penduduk dan aparat keamanan yang tidak sepadan dianggap turut memperburuk skala konflik. Sebab di sana hanya ada 60 polisi untuk menjaga 400 ribu warga. (ayp)