Seperti dilansir Channel NewsAsia, Kamis (18/7), Kementerian Kesehatan Filipina menggandeng sejumlah rumah sakit militer dan klinik guna menghadapi kemungkinan lonjakan pasien demam berdarah.
Lihat juga:Beda Penyakit Chikungunya dan Demam Berdarah |
Sementara, sekitar 450 orang dinyatakan meninggal akibat terjangkit wabah demam berdarah pada 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Kesehatan juga mengadakan pertemuan khusus untuk mendiskusikan rencana aksi bersama beberapa lembaga lain guna mengatasi wabah yang meluas tersebut.
Angkatan Bersenjata dan Kepolisian Nasional Filipina juga turun tangan dengan mengerahkan tim medis dan logistik.
[Gambas:Video CNN]
Tak hanya itu, Palang Merah Nasional Filipina pun akan menambah tim-tim medis di wilayah terjangkit serta menyediakan transportasi darurat yang diperlukan. Sementara, Kementerian Pendidikan akan ikut serta dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang demam berdarah serta memasang jaring anti nyamuk di sekolah-sekolah. (ajw/ayp)