Menlu AS dan Meksiko Bertemu, Sepakati Masalah Imigran

CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 06:10 WIB
Menlu AS dan Meksiko Bertemu, Sepakati Masalah Imigran Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo. (REUTERS/Aaron P. Bernstein).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo bertemu dengan Menlu Meksiko Marcelo Ebrard, Minggu (21/7) dan menyepakati permasalahan imigran ilegal di wilayah perbatasan kedua negara.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara menjelang tenggat waktu kesepakatan yang menghilangkan ancaman tarif pada perdagangan ekspor Meksiko.

Mike Pompeo mengucapkan terima kasih kepada Ebrard atas kesepakatan peningkatan penegakan terkait keimigrasian yang menurutnya telah membuat jumlah imigran yang masuk ke AS berkurang.


Dikutip dari AFP, Senin (22/7), pertemuan itu juga mengkonfirmasi hubungan kedua negara menjadi lebih tenang daripada pada awal Juni lalu, ketika Presiden Donald Trump telah mengancam memberlakukan tarif perdagangan baru terhadap Meksiko, kecuali bertindak tegas memblok arus imigran ilegal.


"Sekretaris Pompeo berterima kasih kepada Menteri Luar Negeri Ebrard atas peningkatan upaya penegakan imigrasi Meksiko, yang indikasi awal menyarankan mengarah pada berkurangnya arus imigran ilegal yang tiba di perbatasan selatan AS," kata Departemen Luar Negeri.

"Ebrard mengatakan, strategi Meksiko untuk memastikan arus imigran yang teratur, aman, dan teratur akan berlanjut selama 45 hari ke depan," kata pernyataan Meksiko itu.

Pemerintah Meksiko sendiri pada Juni lalu telah mengerahkan ribuan tentara dan polisi, baik di dekat perbatasan selatan dengan Guatemala maupun perbatasan AS di utara, untuk memperlambat arus imigran, yang terutama datang dari negara-negara Amerika Tengah yang miskin dan dilanda kejahatan.

Angka resmi Meksiko mengatakan jumlah imigran yang datang ke Meksiko dari negara-negara itu turun dari 144.000 pada Mei menjadi 100.000 pada Juni.


Selain soal imigran, Pompeo dan Ebrard juga membahas kekayaan yang dikumpulkan oleh gembong narkoba Guzman.

Hakim AS yang menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup minggu lalu memerintahkan Guzman kehilangan $12,6 miliar, tetapi Meksiko ingin uang itu tetap di negara itu.

Kedua diplomat tersebut mendiskusikan pembentukan kelompok binasional untuk mempelajari masalah ini.

[Gambas:Video CNN] (AFP/osc)