Menlu Sebut WNI Terlibat Bom Bunuh Diri Filipina Masih Dugaan

CNN Indonesia | Rabu, 24/07/2019 18:06 WIB
Menlu Sebut WNI Terlibat Bom Bunuh Diri Filipina Masih Dugaan Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi, menyatakan laporan terkait identitas pelaku bom bunuh diri di sebuah gereja di Jolo, Filipina, yang terjadi beberapa waktu lalu belum bisa dikonfirmasi sebagai warga negara Indonesia. Retno mengatakan saat ini tim dari Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme masih berupaya mengkonfirmasi ulang DNA dua pelaku bom bunuh diri yang diduga WNI tersebut.

"Tadi pagi saya komunikasi dengan pak Kapolri jadi sekali lagi berita itu masih dugaan, belum terkonfirmasi. Sekarang masih proses rekonfirmasi dengan membandingkan uji DNA. Kita tunggu konfirmasi dari kepolisian," kata Retno di kantornya pada Rabu (24/7).
Hal tersebut bertolak belakang dengan pemaparan Polri sehari sebelumnya, yang menyatakan dua dari lima pelaku bom bunuh diri merupakan WNI.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan dua WNI yang diduga menjadi pelaku bom bunuh diri di Filipina itu adalah pasangan suami-istri bernama Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh.


Dalam jumpa pers di kantornya kemarin, Dedi menjelaskan mulanya Polri dan kepolisian Filipina hanya berhasil mengantongi hasil pemeriksaan terhadap lima tersangka. Dari hasil pemeriksaan kelimanya diperoleh informasi bahwa dua pelaku yang melakukan bom bunuh diri berasal dari Indonesia.
Sedangkan dari hasil tes DNA terhadap dua pelaku yang sempat dilakukan tidak ditemukan bukti pembandingnya sehingga sulit memastikan identitas kedua pelaku bom bunuh diri dimaksud.

Insiden itu terjadi pada Januari lalu. Tercatat 22 orang tewas dan lebih dari seratus orang luka-luka dalam kejadian itu.

Saat itu, Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano, mengklaim warga asing yang menjadi pelaku adalah pasangan suami istri berkewarganegaraan Indonesia.

[Gambas:Video CNN] (rds/ayp)