Buntut Konflik Kashmir, Pakistan Setop Kereta Api ke India

CNN Indonesia | Jumat, 09/08/2019 16:38 WIB
Buntut Konflik Kashmir, Pakistan Setop Kereta Api ke India Unjuk rasa di Kashmir. (Reuters/Danish Ismail)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Pakistan mengumumkan penghentian layanan kereta api menuju India akibat ketegangan antara kedua negara yang semakin meningkat akibat perebutan wilayah Kashmir. 

"Kami telah memutuskan untuk menghentikan operasi Samjhauta Express," ujar Sheikh Rasheed selaku Mentri Perhubungan India. 

"Selama saya menjadi menteri perhubungan, Samjhauta Express tidak dapat beroperasi," ujarnya. 

Dilansir Channel News Asia, Jumat (9/8), layanan kereta api yang dihentikan termasuk kereta dari Lahore, Pakistan menuju New Delhi, India. 

Pakistan mulai memangkas hubungan diplomatiknya dengan India sejak Rabu (7/8) bersamaan dengan Pakistan yang mengumumkan akan mengusir pejabat pemerintahan India di Pakistan. Pakistan juga menahan perdagangan negaranya dengan New Delhi sebagai dampak perebutan wilayah Kashmir. 

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, India telah mencabut status semi-otonom Himalaya pada Senin (5/8) kemarin melalui keputusan presiden yang cukup kontroversial. 

Keputusan India itu pun telah diperkirakan akan memicu konflik dengan Pakistan dan akan mendorong kembali pemberontakan yang telah menewaskan puluhan ribu nyawa. 

India dan Pakistan tercatat telah berperang sebanyak dua kali memperebutkan wilayah Kashmir, yakni pada Perang India-Pakistan tahun 1947 dan pada 1999 dalam Perang Kargil. Masing-masing juga menyimpan lebih dari seratus hulu ledak nuklir. 

Sementara, keputusan untuk mencabut status daerah istimewa Kashmir oleh pemerintah India dianggap pihaknya sebagai persoalan internal. 

Namun, Islamabad terus menyerukan agar komunitas internasional turut campur tangan dalam kasus ini. Pihaknya juga bersumpah akan membawa persoalan ini ke Dewan Keamanan PBB.


(ajw/dea)