Malaysia Kesulitan Pulangkan Peti Kemas Berisi Sampah Plastik

CNN Indonesia | Selasa, 03/09/2019 01:10 WIB
Malaysia Kesulitan Pulangkan Peti Kemas Berisi Sampah Plastik Ilustrasi sampah. (REUTERS/Ivan Alvarado)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Malaysia berencana memulangkan hampir 200 peti kemas berisi sampah plastik yang kini teronggok di pelabuhan. Namun, mereka justru sedang kebingungan karena tidak mengetahui asal-usul sampah itu.

Sebagaimana dilansir dari AFP, Senin (2/9), sebelumnya pemerintah Negeri Jiran telah mengembalikan 10 peti kemas berisi limbah plastik ke beberapa negara dan menutup 155 pabrik pengolahan ilegal. Namun, pejabat senior Kementerian Lingkungan Hidup, K. Nagulendran, menyatakan pemerintah masih kesulitan mengidentifikasi 198 peti kemas lain yang diduga mengandung limbah plastik di tiga pelabuhan.
"Kami kesulitan dalam menemukan negara asal (pengirim peti kemas limbah plastik), karena mereka baru saja meninggalkannya," kata Nagulendran saat ditemui di Klub Koresponden Luar Negeri Malaysia.

Asia Tenggara menjadi kawasan pembuangan limbah plastik dari beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Inggris akibat kebijakan impor sampah yang dilakukan China. Sebelumnya Tiongkok menjadi industri daur ulang limbah plastik terbesar.


Beberapa negara Asia Tenggara telah mengirimkan kembali limbah yang tidak diinginkan dalam beberapa bulan terakhir.
Pada Mei lalu, Filipina mengembalikan 69 peti kelas berisi limbah sampah ilegal ke Kanada. Bahkan hubungan kedua negara sempat memanas setelah Presiden Filipina Rodrigo Duterte sempat menarik duta besar dan konsulat jenderalnya dari negara tersebut.

Indonesia kemudian mengembalikan lima peti kemas milik perusahaan Kanada yang berisi berbagai macam limbah ke AS satu bulan setelahnya.

Kemudian pada Juli lalu, Kamboja ikut mengembalikan berton-ton peti kemas berisi limbah ke AS dan Kanada.

[Gambas:Video CNN] (fls/ayp)