Aktivis Hong Kong Minta Pasal HAM Masuk Perjanjian AS-China

CNN Indonesia | Kamis, 19/09/2019 05:21 WIB
Aktivis Hong Kong Minta Pasal HAM Masuk Perjanjian AS-China Ilustrasi Aktivis pro demokrasi Hong Kong, Joshua Wong. (AP Photo/Michael Sohn)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktivis pro demokrasi Hong Kong, Joshua Wong, meminta Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk memasukkan "pasal hak asasi manusia", dalam perjanjian dagang dengan China. Permintaan itu dia sampaikan dalam lawatannya ke New York.

Alasannya ialah bahwa Hong Kong berada di posisi yang sangat penting dalam negosiasi perjanjian dagang AS-China.


"Ini sangat signifikan untuk menambahkan pasal hak asasi manusia dalam perjanjian dagang dan memasukkan unjuk rasa Hong Kong ke dalam agenda negosiasi perdagangan. Jika China tidak memiliki niat untuk melindungi kebebasan ekonomi dan bisnis terbuka di Hong Kong, hal tersebut akan memengaruhi dan merusak perekonomian dunia," ujar Wong seperti dilansir AFP, Rabu (18/9).


Desakan itu muncul di tengah ketegangan hubungan dagang antara dua negara dengan perekonomian terbesar selama beberapa waktu lalu, yang berimbas pada naik turunnya tarif dagang sebesar ratusan miliar dolar.

AS dan China rencananya akan mengadakan pertemuan mengenai hubungan dagang pada Oktober mendatang.


Dalam pertemuan itu, Wong juga meminta dukungan terhadap gerakan demokrasi di Hong Kong dan meminta para anggota Kongres AS untuk mengesahkan undang-undang yang menyetujui kampanye pro-demokrasi.

Setelah melakukan pertemuan di New York, ia juga dijadwalkan menghadiri sebuah sidang Kongres AS mengenai Undang-Undang Hak Asasi dan Demokrasi Hong Kong tahun 2019 di Washington pada Selasa (17/9) kemarin.

Wong bertemu dengan Senator AS, Marco Rubio, politikus yang mengenalkan undang-undang tersebut beberapa bulan lalu. Namun, belum diketahui apakah ia juga akan bertemu pejabat pemerintahan Trump.

[Gambas:Video CNN]

Wong yang merupakan pengurus Partai Demosisto itu sempat melawat ke Jerman dengan tujuan mencari dukungan gerakan pro-demokrasi. Beberapa pekan sebelumnya, aksi unjuk rasa Hong Kong banyak menyerukan permintaan bantuan kepada AS.

Bahkan beberapa demonstran yang hadir pada pekan lalu mengibarkan bendera AS ketika melakukan demo di depan konsulat AS di Hong Kong. (fls/ayp)