Usai Insiden Kilang, Trump Perintahkan Sanksi Baru atas Iran

CNN Indonesia | Kamis, 19/09/2019 13:32 WIB
Usai Insiden Kilang, Trump Perintahkan Sanksi Baru atas Iran Presiden AS, Donald Trump, menjatuhkan serangkaian sanksi baru ke Iran di tengah ketegangan kawasan setelah serangan drone ke kilang minyak milik Arab Saudi. (Reuters/Leah Millis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memerintahkan penjatuhan sanksi baru ke Iran di tengah ketegangan kawasan setelah serangan drone ke kilang minyak milik Arab Saudi.

"Saya telah menginstruksikan menteri keuangan AS untuk meningkatkan serangkaian sanksi secara substansial terhadap negara Iran," kata Trump melalui kicauannya di Twitter pada Rabu (18/9).


Trump tidak menjelaskan sanksi baru yang akan dijatuhkan terhadap Teheran. Namun, ia berjanji akan menjelaskan rincian sanksi baru itu dalam kurun waktu 48 jam ke depan.


AS telah kembali menerapkan sanksi secara luas kepada Iran sejak menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 pada tahun lalu.

Selama ini, sanksi AS menargetkan sejumlah komandan senior angkatan bersenjata Garda Revolusi Iran, Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif, hingga pemimpin tertinggi negara di Timur Tengah itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Tak hanya membekukan aset dan properti, serangkaian sanksi AS ini berupaya memblokir akses Iran ke pasar barang-barang seperti karpet hingga minyak.

Serangkaian sanksi baru ini dijatukan AS atas Iran ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru akan menyelidiki serangan drone tersebut.

Meski Trump belum secara resmi menyalahkan Iran terkait insiden akhir pekan lalu, seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa Gedung Putih meyakini bahwa Teheran bertanggung jawab atas serangan yang memangkas sebagian produksi minyak Saudi itu.

[Gambas:Video CNN]
Pemberontak Houthi di Yaman mengklaim bertanggung jawab dalam serangan itu. Namun, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyebut serangan itu tak mungkin datang dari arah Yaman.

Sejumlah sumber mengatakan AS menduga Iran sebagai dalang di balik serangan tersebut. Pompeo pun bertolak menuju Saudi untuk membahas kemungkinan serangan balasan.

Iran membantah seluruh tuduhan tersebut. Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut AS ingin memaksakan tekanan maksimum terhadap negaranya dengan fitnah.

"Kami tidak ingin membuat konflik di kawasan. Siapa yang memulai konflik?" kata Rouhani. (rds/has)