Korsel Kirim Sniper ke Perbatasan Berburu Babi Hutan Korut

CNN Indonesia | Selasa, 15/10/2019 09:26 WIB
Korsel Kirim Sniper ke Perbatasan Berburu Babi Hutan Korut Ilustrasi penembak jitu (sniper). (ANTARA FOTO/KUWADI DAN BUDI CANDRA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angkatan bersenjata Korea Selatan menyatakan bakal mengerahkan penembak jitu (sniper) dan pemburu sipil ke zona demiliterisasi (DMZ) atau perbatasan negara dengan Korea Utara demi berburu babi hutan. Hal itu dilakukan Seoul guna mencegah penyebaran virus flu Afrika (African swine fever) yang ditularkan dari babi-babi liar yang terinfeksi.

Kementerian Pertanian Korsel menuturkan pihak berwenang juga akan menggunakan pesawat nirawak yang dilengkapi pemindai suhu (thermal vision) untuk mencari babi-babi liar yang terinfeksi virus.


Dalam satu bulan terakhir, lima babi hutan ditemukan mati di zona DMZ. Kelima babi tersebut terindikasi terinfeksi virus flu Afrika.


Insiden itu dianggap Seoul memperlihatkan bahwa hewan liar seperti babi hutan bebas keluar masuk wilayah Korsel dari perbatasan Korut. Sementara itu, laporan Komisi Intelijen Parlemen Korsel menunjukkan bahwa virus flu Afrika sudah menyebar secara tidak terkendali di Korut dalam beberapa waktu terakhir.

Ketua komite tersebut, Lee Hye-hoon, mengklaim bahwa flu Afrika telah menyebar ke hampir seluruh wilayah Korut. Ia juga menuturkan seluruh babi di Provinsi Pyongan Utara telah "musnah" akibat virus tersebut.

Dikutip The Straits Times, Senin (14/10), Lee mendapatkan data itu mengutip laporan dari Badan Intelijen Nasional Korsel.


Sementara itu, menurut laporan Kementerian Pertanian Korut kepada Organisasi Dunia untuk Kesehatan Binatang (OIE) menyebutkan bahwa hanya ada 22 babi hutan yang mati di sebuah peternakan sekitar 260 kilometer dari utara Pyongyang pada Mei lalu.

Akan tetapi, sejak itu belum ada tindak lanjut yang dilakukan OEI dalam merespons laporan Korut tersebut.

Virus flu Afrika ini merupakan penyakit yang sangat menular dan berakibat fatal bagi hewan terutama babi. Meski tidak membahayakan manusia, otoritas Korsel terus melakukan langkah antisipasi menyusul bertambahnya jumlah kasus virus demam Afrika di negaranya.

Pemerintah Korsel menemukan kasus pertama demam Afrika sekitar pekan lalu. Hingga saat ini, Seoul telah menemukan total tujuh kasus babi yang terjangkit penyakit itu.

[Gambas:Video CNN]

Selain mengerahkan penembak jitu, Korsel sebelumnya juga telah mengerahkan lebih dari 300 tentara dan 40 truk dekontaminasi ke sepanjang perbatasan negara dengan Korut. Tugas mereka mencegah babi hutan Korut melintas ke Korsel. (rds/ayp)