Tentara Rusia Tahan Ratusan Nelayan Korut

CNN Indonesia | Sabtu, 28/09/2019 04:50 WIB
Tentara Rusia Tahan Ratusan Nelayan Korut Ilustrasi tentara Rusia. (Reuters/Eduard Korniyenko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rusia dilaporkan menahan lebih dari 260 nelayan Korea Utara yang tengah mencari ikan secara ilegal di lepas pantai timur Rusia.

"Petugas penjaga perbatasan dan laut Rusia (FSB) menahan tiga kapal ikan dan lima perahu motor dengan 262 anak buah kapal Korut," bunyi laporan kantor berita Rusia seperti dikutip AFP pada Jumat (27/9).


Laporan itu menyebut FSB membawa ratusan nelayan tersebut ke pelabuhan Nakhodka di timur jauh untuk diamankan.


Sekitar 30 ribu ekor cumi-cumi dan peralatan memancing lainnya disita dalam penangkapan tersebut.

Penahanan ini dilakukan setelah FSB menahan lebih dari 160 nelayan Korut lainnya di Laut Jepang atau Laut Timur pada pekan lalu.

[Gambas:Video CNN]

FSB menuturkan tiga pasukan penjaga pantainya terluka saat bentrok dengan perahu nelayan Korut yang mengangkut "nelayan bersenjata" pada pekan lalu.

Ratusan nelayan itu pun digiring ke Nakhodka. FSB menuturkan salah satu nelayan Korut yang terluka saat bentrokan dengan pasukannya tewas karena luka yang dideritanya.


Merespons penangkapan ini, Moskow telah memanggil Duta Besar Korea Utara untuk mengungkapkan "kekhawatiran serius" terkait bentrokan tersebut.

Penangkapan-penangkapan ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Pasukan penjaga pantai Rusia kerap menahan nelayan Korut di perairan timur jauh negaranya. Banyak dari para nelayan itu melaut hanya menggunakan perahu kayu yang belum sempurna.


Perselisihan hak penangkapan ikan di Laut Jepang atau Laut Timur memang sering terjadi. Perairan itu dikelilingi oleh Jepang, Rusia, Korut, dan juga Korea Selatan.

Pada Juli lalu, Korut membebaskan kapal penangkap ikan Rusia dan 15 awak kapalnya, serta dua nelayan Korsel karena memasuki wilayah perairannya. (rds/dea)