Mahathir Belum Siap Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim

CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 15:22 WIB
Mahathir Belum Siap Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. (AP Photo/Sakchai Lalit)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menyatakan belum terpikir mengundurkan diri dari jabatannya saat ini sampai bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi negaranya. Dia pernah berjanji dalam kampanye akan menyerahkan kekuasaan kepada Presiden Partai Keadilan Rakyat, Anwar Ibrahim, dan tidak menyelesaikan masa jabatan.

"Kapan waktu saya lengser tergantung dari masalah yang kami hadapi. Saya punya pengalaman menyelesaikan masalah keuangan, jadi mereka berharap saya menyelesaikan problem itu sebelum mengundurkan diri," kata Mahathir seperti dilansir Asia One, Kamis (7/11).


"Saya sudah mengatakan sejak mereka meminta saya menjadi perdana menteri bahwa saya tidak akan permanen. Artinya saya tidak akan menyelesaikan masa jabatan," lanjut Mahathir.


Persoalan yang tengah dihadapi Malaysia saat ini adalah memburu dan mengambil kembali uang dari 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) yang digelapkan oleh sejumlah orang, termasuk pakar keuangan sekaligus buronan Low Taek Jho alias Jho Low.

Mahathir juga menyatakan praktik korupsi dalam sektor layanan publik di Malaysia masih marak.

Mahathir menyatakan akan tetap menunaikan janjinya untuk mengalihkan kekuasaan kepada Anwar Ibrahim, yang dahulu menjadi seteru politik. Namun, dia menyatakan harus berhati-hati memilih penerus karena belajar dari pengalaman sebelumnya.

[Gambas:Video CNN]

"Saya banyak melakukan kesalahan saat menunjuk pengganti, jadi saya tidak mau hal itu terulang," ujar Mahathir.

Desak Pemilu Sela

Sementara itu, pihak oposisi koalisi Barisan Nasional menyatakan akan mendesak pemilihan umum sela jika Mahathir tak kunjung menyerahkan kekuasaan kepada Anwar sesuai janji pada tahun depan. Dia beralasan rakyat Negeri Jiran justru sengsara hidup di bawah pemerintahan koalisi Pakatan Harapan.

"Jika tahun depan Tun (Mahathir) tidak mengalihkan kekuasaan kepada Anwar, maka Parlemen akan dibubarkan. Kita tidak boleh membiarkan Pakatan melanjutkan sampai masa pemerintahan mereka selesai. Kita harus bertindak karena perekonomian kita terus menurun," kata Wakil Ketua Partai UMNO, Datuk Seri Mohamad Hasan.


UMNO adalah salah satu partai yang tergabung dalam Barisan Nasional, selain Partai Islam se-Malaysia (PAS), Asosiasi China Malaysia (MCA), dan Kongres India Malaysia (MIC). (ayp/ayp)