Para korban dilaporkan mengalami luka bakar akibat terkena cairan korosif. Bahkan dua orang di antaranya dilaporkan mengalami luka bakar serius.
Pihak berwenang setempat melalui akun media sosial Weibo mengatakan insiden tersebut terjadi pada Senin (11/11) pukul 15.35 waktu setempat. Seorang pelaku bernama Kong (23) diidentifikasi menjadi sosok di balik serangan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para korban kemudian dilarikan ke dua rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pihak sekolah melaporkan sebagian besar korban tidak mengalami luka yang berpotensi membahayakan keselamatan. Selain dua orang mengalami luka bakar serius, empat korban dilaporkan menderita luka bakar sedang, dan sisanya cedera ringan.
[Gambas:Video CNN]
Kepolisian setempat kemudian menahan Kong dalam waktu kurang dari satu jam setelah kejadian. Ketika diinvestigasi, pelaku mengaku ada berbagai faktor yang melatarbelakangi tindakannya.
"Karena kedua orangtuanya bercerai saat ia masih anak-anak, kurangnya kasih sayang keluarga berdampak pada distorsi psikologis ditambah dengan pekerjaan serta kehidupannya yang tidak memuaskan memunculkan adanya mentalitas pesimistis serta pikiran-pikiran untuk melakukan pembalasan terhadap masyarakat," kata perwakilan pihak berwenang setempat.
Pelaku kemudian mengaku sebagai korban perundungan ketika masih bersekolah di provinsi Shaanxi, China yang kemudian dieksekusi pada September 2018.
Di tahun yang sama, seorang perempuan berusia 39 tahun menyayat beberapa murid TK di provinsi Sichuan sehabis kelas senam pagi. Sebanyak 14 murid dilaporkan terluka akibat insiden tersebut. (fls/evn)