RI Sebut Permukiman Israel di Palestina Bentuk Pencaplokan

CNN Indonesia | Rabu, 20/11/2019 17:33 WIB
RI Sebut Permukiman Israel di Palestina Bentuk Pencaplokan Ilustrasi Kota Yerusalem. (AHMAD GHARABLI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia menentang tindakan Israel membangun permukiman di wilayah Palestina. Retno menyebut pembangunan permukiman ini merupakan aneksasi atau pencaplokan Israel terhadap Palestina.

"Indonesia secara tegas menentang tindakan Israel membangun permukiman ilegal di wilayah Palestina. Pembangunan permukiman ilegal tersebut merupakan de facto aneksasi," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (20/10).


Retno menyatakan pembangunan permukiman oleh Israel itu juga menjadi penghalang upaya perdamaian berdasarkan resolusi dua negara. Indonesia, kata Retno, mengajak masyarakat internasional bersatu untuk memberi dukungan kepada Palestina.


"Indonesia mengatakan kita mendesak masyarakat internasional untuk bersatu, untuk memberikan dukungan bagi rakyat Palestina," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]

Retno pun menyatakan Indonesia menolak tegas pernyataan yang menyatakan pembangunan permukiman oleh Israel di wilayah Palestina tidak bertentangan dengan hukum internasional dan legal.

"Pernyataan ini secara jelas bertentangan dengan hukum internasional dan berbagai resolusi DK PBB yang terkait," tutur dia.


Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengklaim wilayah permukiman warga Israel di wilayah Palestina yang diduduki tidak lagi dianggap tidak sah. 

"Setelah mempelajari seluruh perdebatan dengan seksama, AS menyimpulkan keberadaan pemukiman warga Israel di Tepi Barat sesuai dengan hukum internasional," kata Pompeo dalam jumpa pers di Washington, seperti dilansir AFP.


Pernyataan Pompeo membuat posisi AS dan sejumlah negara anggota DK PBB menjadi bertentangan. Namun, hal itu dipuji oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (fra/dea)