Di Jepang, Paus Fransiskus Sebut Bom Nuklir Menghina Surga

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 24/11/2019 20:49 WIB
Di Jepang, Paus Fransiskus Sebut Bom Nuklir Menghina Surga Paus Fransiskus (Tiziana FABI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Tahta Suci Vatikan Paus Fransiskus mengunjungi kota bersejarah Hiroshima, Minggu (24/11). Kunjungan yang dilakukan dalam lawatannya ke Jepang ini dilakukan untuk mengenang kekejian bom nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II.

Dalam kunjungan itu, Paus menyebut penggunaan bom nuklir adalah sebuah kejahatan. Hal ini diungkap setelah ia melakukan pertemuan emosional dengan para penyintas peristiwa mengerikan itu.

Paus Fransiskus mengecam tindakan negara-negara yang menyiapkan nuklir sebagai senjata pertahanan diri mereka. Menurutnya, nuklir digunakan sebagai solusi untuk keamanan, perdamaian, dan stabilitas oleh banyak negara. Namun, menurutnya yang terjadi malah sebaliknya.

"Uang yang dihamburkan dan kekayaan yang dihasilkan (dalam perdagangan senjata nuklir adalah) penghinaan terhadap surga (di saat) jutaan anak hidup dalam kondisi yang tak humanis," kata Paus dalam kunjungannya ke Jepang seperti dilansir AFP, Minggu (24/11).


Sikap Paus Fransiskus terhadap nuklir berseberangan dengan Paus Yohanes Paulus II. Pada pidato di PBB tahun 1982, Paus Yohanes Paulus II menyebut nuklir sebagai kejahatan yang diperlukan.

Berkaca dari peristiwa Hiroshima dan Nagasaki, Paus Fransiskus menyebut bom nuklir membawa kesakitan di antara manusia. Saat itu setidaknya 140 ribu orang tewas akibat serangan nuklir yang dilancarkan militer Amerika Serikat pada 1945. Sementara itu di Nagasaki, 74 ribu tewas saat bom kedua dijatuhkan tiga hari kemudian.

[Gambas:Video CNN]


"Tempat ini membuat kita sangat sadar akan rasa sakit dan ketakutan yang kita sebagai manusia mampu lakukan satu sama lain," ucap Paus di Nagasaki.

Dalam kesempatan itu, Paus menuturkan telah lama ia berniat mengunjungi Jepang. Tercatat umat Katolik adalah kaum minoritas di Negeri Matahari Terbit dengan 440 ribu orang. Mayoritas warga Jepang memeluk Shinto dan Buddha.

Paus menyebut orang-orang Katolik di Jepang telah mengalami penindasan selama berabad-abad dan dipaksa meninggalkan keimanan mereka. Francis memberikan penghormatan kepada para martir yang mati demi agama di Nagasaki.

Selain berkunjung ke Nagasaki, Paus Fransiskus juga dijadwalkan berkunjung ke Tokyo. Dia akan menemui korban bencana tsunami, gempa bumi, dan kebocoran reaktor nuklir pada tahun 2011. Paus juga disebut akan memimpin Misa di stadion baseball Tokyo dan bertemu kaisar baru Jepang Naruhito. (dhf/eks)