KILAS INTERNASIONAL

Israel Usir Aktivis HAM hingga Mata-Mata China di Australia

CNN Indonesia | Rabu, 27/11/2019 08:08 WIB
Israel Usir Aktivis HAM hingga Mata-Mata China di Australia Bentrokan antara aparat Israel dan penduduk Palestina di Yerusalem. (AP Photo/Mahmoud Illean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Selasa (26/11) kemarin. Mulai dari Israel usir aktivis hak asasi manusia sampai dugaan China memata-matai Australia. Semua dirangkum CNNIndonesia.com dalam kilas internasional.


1. Israel Usir Aktivis HAM

Pemerintah Israel mengusir pemimpin perwakilan lembaga pemantau hak asasi manusia, Human Rights Watch, di negara itu, Omar Shakir (35). Diduga penyebabnya adalah dia ikut mendukung gerakan Boikot Sanksi Divestasi (BDS) yang ditujukan guna menekan negara Zionis itu.


Seperti dilansir AFP, Selasa (26/11), Shakir adalah Direktur Human Rights Watch untuk wilayah Palestina dan Israel. Dia dideportasi pada Senin lalu melalui Bandar Udara Ben Gurion, Tel Aviv.

Pemerintah Israel melakukan hal itu dengan menggunakan landasan hukum undang-undang yang disahkan dua tahun lalu. Isinya membolehkan negara mengusir orang-orang asing yang mendukung gerakan BDS. Akan tetapi, Shakir membantah seluruh tuduhan itu.


2. Gempa Magnitudo 6,4 Mengguncang Albania

Gempa bumi magnitudo 6,4 mengguncang Albania pada Selasa kemarin. Sampai saat ini tercatat sudah 21 orang tewas dalam bencana itu.

Pusat gempa tercatat sekitar 34 kilometer arah barat laut Ibu Kota Tirana. Kawasan yang paling parah terdampak gempa adalah Durres dan Thumane.

Getaran gempa juga dirasakan hingga Kosovo, Montenegro, Macedonia Utara, Yunani, dan sebagian wilayah selatan Serbia.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Menteri Kesehatan Albania, Ogerta Manastirliu, menyatakan sampai saat ini seluruh korban luka-luka akibat gempa ditangani di beberapa rumah sakit.

Menurut Menteri Pertahanan Albania, Olta Xhacka, proses evakuasi memang berjalan lambat karena tim penyelamat harus berhati-hati di lokasi reruntuhan supaya tidak membahayakan diri sendiri atau korban yang masih terperangkap.


3. Gedung Putih Dikunci Akibat Pesawat Misterius

Ketegangan sempat terjadi di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat pada Selasa (26/11) pagi waktu setempat. Gedung Putih mendadak dikunci dan ditutup rapat.

Penutupan dilakukan menyusul adanya pesawat tak dikenal yang melintas dan memasuki wilayah udara terlarang di Washington, Amerika Serikat.

Dilaporkan NBC News, halaman utara Gedung Putih juga sempat disterilkan. Lalu lintas pejalan kaki di sekitar gedung juga dibatasi.

Pembatasan wilayah udara Washington DC diperketat setelah serangan 11 September 2001 silam.


4. China Bantah Gelar Operasi Mata-mata di Australia

Pemerintah China menyangkal pemberitaan di Australia yang menyatakan mereka melakukan operasi mata-mata di Negeri Kanguru. Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, mereka tidak pernah berniat mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

"Baru-baru ini sejumlah politikus Australia dan media massa mereka menyampaikan pendapat dan pemberitaan yang melibatkan China. Beberapa terlihat panik," kata Geng Shuang dalam pernyataannya seperti dilansir CNN, Selasa (26/11).

"Mereka terus membuat cerita soal mata-mata China yang menyusup ke Australia. Saya pikir bagaimanapun trik dan skenario yang dipaparkan, kebohongan tetap tidak berubah," ujar Geng Shuang.

[Gambas:Video CNN]

Dalam tayangan 60 Minute garapan stasiun televisi Australia, Nine, dipaparkan upaya intelijen China untuk membina seorang pengusaha keturunan Tionghoa, Bo 'Nick' Zhao (32), untuk menjadi agen mereka. Dia dilaporkan dimodali untuk ikut dalam pemilihan anggota parlemen di Melbourne.

Nick mengaku diberi modal sebesar USD679 ribu (sekitar Rp9,5 miliar) untuk kampanye. Namun, Nick mengakui hal itu kepada Organisasi Intelijen dan Keamanan Australia (ASIO) pada tahun lalu.

Nick lantas ditemukan tewas secara misterius di sebuah kamar motel di Australia pada Maret lalu. (ayp/ayp)