Balas Serangan Hamas, Israel Luncurkan Roket ke Jalur Gaza

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 27/11/2019 13:20 WIB
Balas Serangan Hamas, Israel Luncurkan Roket ke Jalur Gaza Ilustrasi serangan roket Israel ke Jalur Gaza. (Foto: AP Photo/Adel Hana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Militer Israel dilaporkan meluncurkan sejumlah roket ke Jalur Gaza pada Rabu (27/11) dini hari. Serangan itu dilakukan sebagai balasan atas roket yang ditembakkan kelompok militan Palestina ke wilayah Israel sehari sebelumnya.

"Jet-jet tempur menyerang sejumlah sasaran kelompok teroris Hamas di selatan Jalur Gaza," bunyi pernyataan militer Israel.

Militer Israel menuturkan beberapa target serangan pada dini hari tadi merupakan situs pembuatan senjata dan infrastruktur bawah tanah Hamas, salah satu faksi besar di Palestina yang dianggap Tel Aviv teroris.


Dilansir AFP, sumber keamanan di Gaza menuturkan selain dua situs Hamas, salah satu fasilitas milik kelompok Jihad Islam juga terkena serangan udara Israel dini hari tadi.

Jihad Islam merupakan sekutu Hamas yang sama-sama melihat Israel sebagai musuh. Israel kerap menyalahkan Hamas dan Jihad Islam atas serangan roket yang diluncurkan ke arah negaranya.

Hingga kini, belum ada laporan terkait kerusakan dan korban akibat serangan itu.

[Gambas:Video CNN]

Sehari sebelumnya, dua roket dilaporkan ditembakkan ke arah Israel pada Selasa (26/11) malam. Salah satu roket itu berhasil dicegat sistem anti-rudal Iron Dome milik militer Israel.

Serangan roket dari Gaza itu memicu suara sirien di sekitar Kota Sderot yang berbatasan dengan Gaza. 

Saling lontar roket ini terjadi di saat gencatan senjata di Gaza berlangsung setelah Israel dan Jihad Islam kembali berseteru. Bentrok antara kedua belah terjadi menyusul serangan Israel ke Gaza yang menewaskan pemimpin dan beberapa petinggi Jihad Islam.


Sejak itu, setidaknya 450 roket ditembakkan dari Gaza menuju Israel. Sebagian besar roket itu dilaporkan mampu dicegat oleh militer Israel.

Hingga kini, 34 warga Palestina dilaporkan tewas akibat bentrokan yang dimulai pada 12 Novermber lalu. (rds/evn)