Gelombang Demo Memanas, PM Irak Ajukan Pengunduran Diri

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 29/11/2019 21:11 WIB
Gelombang Demo Memanas, PM Irak Ajukan Pengunduran Diri PM Irak (tengah kiri) Adel Abdel Mahdi mengajukan pengunduran diri menyusul gelombang demonstrasi selama dua bulan terakhir. (Foto: Lintao Zhang / POOL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Irak, Adel Abdel Mahdi mengajukan pengunduran dirinya ke parlemen. Mahdi mengajukan pengunduran diri di tengah kondisi demonstrasi yang memanas dalam dua bulan terakhir di sejumlah kota di Irak.

"Saya akan menyerahkan [jabatan] kepada parlemen. Surat resmi yang meminta pengunduran diri saya dari jabatan perdana menteri," tulis Mahdi dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP.

Sontak pernyataan pengunduran ini disambut gembira oleh para pengunjuk rasa yang berkumpul di Lapangan Tahrir, Baghdad, Irak.


Aksi unjuk rasa besar-besaran merebak di seluruh Irak sejak 1 Oktober. Mereka menuntut langkah konkret pemerintah untuk menekan kemiskinan, penyediaan lapangan kerja, dan memberantas korupsi.

Menurut Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Irak adalah penghasil minyak bumi kedua terbesar di dunia. Namun, berdasarkan telaah lembaga non-pemerintah Transparency International, mereka menempati urutan ke-12 negara terkorup di dunia.

Demonstrasi berujung ricuh terjadi dalam dua bulan terakhir. Setidaknya lebih dari 400 orang dilaporkan tewas dan 15 ribu lainnya luka-luka. Pada kerusuhan yang terjadi sepanjang Kamis (28/11) malam sampai Jumat (29/11) dini hari dilaporkan 40 demonstran ditembak mati oleh aparat keamanan.

Seperti dilansir Associated Press, lima orang penduduk dilaporkan tewas ditembak dan 32 lainnya terluka dalam kerusuhan di Najaf. Aparat keamanan menggunakan peluru tajam untuk membubarkan massa dan menghentikan upaya pembakaran sebuah masjid.

Empat demonstran tewas ditembak aparat keamanan di Baghdad ketika hendak melintasi Jembatan Ahrar menuju Zona Hijau, kawasan pusat gedung pemerintahan. Sedangkan sisa korban tewas ditembak polisi atau tentara di sejumlah tempat berbeda.

Massa demonstran juga menduduki wilayah Jumhuriya dan Sinak yang menjadi pintu masuk ke kawasan kompleks pemerintahan. Sampai saat ini sudah 350 orang meninggal dan 15 ribu lainnya luka-luka akibat ditembak dan mengalami kekerasan oleh aparat dengan peluru tajam dalam kerusuhan di seantero Irak.

[Gambas:Video CNN] (evn/evn)